Menulis Cara Gue dan #30DWC

Karya-karya fiksi menjadi salah satu bacaan yang saya sukai. Buku-buku John Grisham, Tere Liye, Kang Abik, Afifah Afra dan yang lainnya tuntas saya baca. Ada keinginan untuk menulis fiksi seperti mereka. Namun, untuk menuliskannya saat tidak lihai.Saya bukan orang yang romantis. Saya tak mampu membuat kata-kata indah yang bisa membuat hati wanita meleleh dan jiwanya... Continue Reading →

Advertisements

Perjalanan Menulisku (3)

Selain menulis untuk sahabat pena dan juga mencoba keisengan dengan mengikuti beberapa ajang lomba menulis, saya juga menulis surat untuk sang idola.Waktu itu salah satu idola saya adalah Hilman Hariwijaya. Siapakah dia? Beliau adalah salah satu penulis terkenal waktu itu. Karakter yang melekat darinya dalah LUPUS. Apabila remaja sekarng sedang gandrung dengan DILAN, maka di... Continue Reading →

Sekolah yang Mencerahkan

Memilih sekolah bagi putra-putrinya menjadi salah satu fase yang harus dilalui oleh setiap orang tua. Mencermati berbagai sekolah sekaligus metode pembelajaran yang saat ini bermunculan tentunya membuat kebingungan tersendiri bagi orang tua yang minim referensi. Oleh karena itu, sebagai orang tua terutama di jaman sekarang hendaknya lebih pro aktif menggali informasi dalam menentukan sekolah yang... Continue Reading →

Perjalanan Menulisku (2)

Membalas surat-surat sahabat pena yang berdatangan dari seluruh Indonesia begitu menguras energi saya waktu itu. Tangan jadi pegal-pegal. He he he. Selain itu meningkatnya intensitas saya dalam menulis tangan ternyata tidak berbanding lurus dengan bagusnya tulisan tangan saya. Tetap jelek, ha ha ha… Oiya, ada satu lagi yang menjadi “beban” saya waktu itu. Tak lain... Continue Reading →

Feedback

Beberapa informasi yang viral di media akhir-akhir ini terkait guru begitu memprihatinkan. Seakan-akan tidak ada hentinya berita yang memberitakan perihal profesi yang satu ini. Sayang, beritanya negatif. Menjadi seorang guru apalagi di jaman sekarang memang tidak mudah. Tuntutannya jauh lebih berat, meskipun sebenarnya tuntutan guru pada periode yang lalu juga tidak kalah berat. Hanya bentuk... Continue Reading →

Perjalanan Menulisku (1)

Hoby yang selama ini saya tuliskan di beberapa formulir biodata yang pernah saya isi biasanya adalah  reading, travelling dan gardening. Tidak terpikirkan sama sekali untuk menuliskan “writing” di situ. Mengapa? Sebab menulis menjadi momok bagi saya manakala mendapatkan pelajaran Bahasa Indonesia ketika menempuh jenjang pendidikan dasar dahulu. Pada saat mendapatkan tugas untuk menulis, maka yang... Continue Reading →

Pembelajar Sejati

Beberapa waktu yang lalu saya memperoleh cerita dari teman saya. Ceritanya tentang dua sosok sahabat beliau yang memilih konsep pendidikan yang berbeda bagi anak-anaknya. Namun, keduanya memiliki kesamaan yaitu kesuksesan dalam mendidik anak-anaknya. Meskipun parameter kesuksesan itu relatif namun setidaknya dapat memberikan insight bagi saya dalam mendidik anak-anak saya. Sahabat yang pertama adalah tipikal orang... Continue Reading →

Guru Lingkungan

Berprofesi sebagai seorang guru, ternyata tidak menghalangi langkah ibu inspiratif yang satu ini untuk berbagi dan memberikan inspirasi. Yulia Suparti nama beliau. Guru di SMP Negeri 11 Bengkulu. Semuanya berawal ketika di tahun 2006 silam. Sekolah tempat beliau mengampu di tunjuk untuk mengikuti  lomba kebersihan tingkat kota (adiwiyata) di mana salah satu syaratnya adalah sampah... Continue Reading →

Zona Nyaman yang Hakiki

Apa sih sebetulnya yang disebut dengan zona nyaman? Adakah suatu kondisi yang betul-betul dinamakan zona nyaman? Definisi pastinya menurut saya masih  debatable. Mengapa? Sebab masing-masing kita memiliki persepsi yang berbeda-beda. Ada yang menyarankan agar kita keluar zona nyaman. Dengan meninggalkannya dan menuju zona yang baru akan ada tantangan baru. Apabila tantangan baru tersebut dapat kita... Continue Reading →

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑