Tol Trans Jawa Bahkan Solo Surabaya, Perlukah?

Ini hanya sekedar curahan hati saya saja. Jangan dianggap serius.

Toh, itu bukan wewenang saya? Ngapain warga biasa membahasnya? Khan sudah berjalan, buang-buang pikiran dan waktu saja. Pasti ada manfaatnya.

Barangkali ada yang berpendapat demikian.

Tapi, sekali lagi ini hanya sekedar curahan pendapat saja. Biar tidak jadi “udun”. 

Ceritanya sedang belajar menjadi reporter dadakan dan melatih untuj membiasakan menulis dengan ide yang diperoleh dimana saja. Hahaha…

***

Seperti yang saya tuliskan beberapa hari yang lalu tentang perjalanan melintasi sebagian mega proyek tol Trans Jawa yaitu ruas tol Ngawi – Kertosono, eh Wilangan. Dalam tulisan ini saya akan melanjutkannya.

Manakala saya melintasinya, meskipun sudah diresmikan dan diberlakukannya bebas biaya selama dua minggu, ternyata tidak menjadikan para pengguna jalan untuk berlomba mencobanya. Atau itu hanya opini saya saja. Atau barangkali memang yang melintas pada hari itu memang sedikit.

Entahlah…

Hanya saja, manakala saya mencoba masuk dari GT Ngawi kemudian keluar GT Madiun, kemudian masuk lagi GT Madiun dan keluar di GT Caruban ataupun masuk GT Caruban dan keluar di Wilangan, ternyata memang sepi.

Dari hal tersebut saya mencoba menganalisa kecil-kecilan ala saya.

Jalur Solo Surabaya sudah akrab dalam bagian hidup saya.

Tinggal di Kendal dan pernah kuliah di Malang, moda transportasi melalui jalur tersebut menjadi pilihan utama bagi saya. Baik itu untuk yang kelas non ekonomi ataupun kelas ekonomi.

Barangkali diantara anda pernah mendengar tentang bis super cepat yang bernama Sumber Kencono. 

Bis tersebut menjadi salah satu pilihan favorit pengguna dikarenakan cepatnya dan biasanya relatif ontime. Meskipun, ancaman nyawa menjadi taruhannya.

Kalau saya sih pasrah aja, khan kematian bisa menjemput kita dimana saja kapan saja dan dengan cara apa saja.

Saking “seringnya” mengalami kecelakaan, bis tersebut sempat beberapa ganti nama hingga sekarang.

Tapi saya masih tetap saja menggunakannya, ha ha ha…

Cepat dan ekonomis meskipun sekarang lebih sering menggunakan bis non ekonomi ketika bersama istri dan anak. Kalau sendiri, itu menjadi pilihan terbaik. He he he…

Trus Hubungannya dengan tol apa?

Ceritanya mana?

Tulisan lain saja ya…

#30DWC_Jilid12_Squad6_Day18

– Kendal, 11 April 2018

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: