Membangun Habit Membaca – Mulai Dari mana?

Alah biasa karena biasa. Sudah seringkah kita mendengarnya? Atau kalimat yang satu ini? Pertama kita yang menciptakan kebiasaan, lalu kebiasaanlah yang akan menciptakan kita.

Salah satunya adalah dalah konteks membaca.

Apabila kita tidak biasa membaca, maka sebanyak apapun buku yang kita beli maka akan menumpuk saja di ruangan atau kamar kita. Mereka akan terus menanti-nanti sampai kapan kita akan mulai menyentuhnya untuk mulai membaca.

Oleh karena itu habit membaca itu harus kita mulai bangun, apalagi kamu yang berkeinginan menjadi penulis. He he he…

Dimulai dari mana membangun habit itu?

Di negara Jepang, kebiasaan membaca dimulai dari sekolah. Para guru disana mewajibkan siswa-siswanya untuk membaca selama 10 menit sebelum melakukan kegiatan pembelajaran. Kebijakan terebut sudah berlangsung selama puluhan tahun. Oleh karena itu tidaklah mengherankan apabila peradaban Jepang dapat tumbuh secara pesat dan sumber daya manusianya memiliki daya saing yang kuat.

Semua bermula dari membaca.

Lain lagi di Amerika. Dalam sebuah buku panduan untuk membiasakan habit membaca bagi siswa sekolah dasar disana yang saya baca, ada anjuran untuk membaca setidaknya dua puluh menit sehari di rumah.

Analogi yang diberikan dalam buku tersebut adalah ada tiga murid. Murid A membaca 20 menit per hari. Dngan merutinkannya maka dia akan membaca selama 3.600 menit dalam satu tahun jenjang sekolahnya yang setara dengan 1.800.000 kata setahun. Murid B menbaca 5 menit per hari yang artinya setara dengan 282 kata per tahun untuk 900 menit waktu baca yang dilakukannya. Sedangkan murid C membaca hanya 1 menit per hari. Itu setara dengan 180 menit membaca dalam setahun dengan jumlah kata yang dibacanya sebanyak 8.000 kata.

Nah, jika diekuivalenkan dalam 6 tahun  jenjang sekolah yang dilalui, maka murid A  akan membaca selama 60 hari sekolah, murid B sebanyak 12 hari sekolah dan murid C hanya 3 hari sekolah.

Nah, dalam 6 tahun hanya 3 hari sekolah saja waktu yang dihabiskan untuk membaca?

Akhirnya, dalam buku itu ada motivasi menarik.

“Want to be a better reader? Simply read.”

Bagaimana dengan kita?

Selamat pagi….

– Kendal, 31 Maret 2018

#30DWC_Jilid12_Squad6_Day09

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: