Books That Changed The World

Awalnya saya tidak tertarik ataupun tidak terlalu memperhatikan tentang pidato Pak Prabowo yang sempat menghebohkan lini masa twitter ataupun media lainnya beberapa waktu belakangan. Biasa saja menurut saya. Sekedar reminder. Saya pikir bisa saja itu terjadi. Toh, semuanya serba mungkin. Tinggal bagaimana kita menyikapinya. Saya berhusnudzon, beliau menyampaikan hal tersebut agar kita sebagai bangsa patut mewaspadai sekecil apapun gangguan yang akan mengganggu eksistensi bangsa ini. Meskipun juga tidak terlalu paranoid.

Hanya saja, diskursus mengenai penggalan pidato tersebut membuat saya gatal untuk menulis tentang hal tersebut. Banyak orang yang tidak melihat secara utuh pidato Pak Prabowo termasuk apa yang mendasari beliau menyampaikan hal tersebut, latah berkomentar miring. Kelihatannya sih meyakinkan pendapatnya, tapi bagi saya malah menunjukkan kedangkalan wawasannya atau masih rendah budaya literasinya.

Namun, ada beberapa yang berusaha membahas pidato tersebut  dari sudut pandang yang berbeda. Diantaranya tulisan yang berjudul “Fakta atau Fiksi”.

Menarik…. Saya sependapat dengan tulisan tersebut.

Terlepas itu fiksi atau bukan. Disitulah tercermin adanya kekuatan dahsyat dari sebuah tulisan (buku). Dan saya dalam tulisan kali ini akan mencoba menyampaikan sedikit contoh  tentang dahsyatnya sebuah buku. Books that changed the World.

Pertama, Saya teringat dengan buku fenomenal yang sempat saya ketahui waktu saya muda dulu. (Padahal sekarang juga masih muda, he he he). Megatrend 2000 karya John Naisbitt dan Patricia Aburdens. Buku ini adalah buku “ramalan” yang didasarkan oleh riset yang mendalam dan tentu intuisi dari penulisnya tentang tatanan masyarakat ke depan. Futuristik. Itulah mengapa saat itu buku tersebut menjadi bacaan wajib di kampus-kampus dan didiskusikan di forum-forum ilmiah.

OK, itu contoh buku non fiksi yang menyejarah.

Adakah buku non fiksi yang ternyata ikut mengubah peradaban?

Banyak.

Pertama adalah Novel yang berjudul Uncle Tom’s Cabin karangan Harriet Beecher Stowe. Sebuah novel yang sangat fenomenal dijamannya. Kenapa? Novel ini adalah buku terlaris kedua di abad ke-19 setelah Alkitab. Sampai-sampai Presiden Abraham Lincoln mempunyai atensi khusus terhadap buku dan pengarangnya saat itu sebab isi novel tersebut nyaris memicu  perang sipil di Amerika saat itu.

Karya fiksi lain yang menyejarah adalah The Jungle karangan Upton Sinclair. Novel yang menggambarkan tentang kondisi pekerja imigran di Chichago saat itu yang dieksploitasi secara kejam dengan tingkat kemiskinan ekstrim di tahun 1906. Selain itu juga digambarkan bagaimana sanitasi makanan saat itu yang sangat tidak sehat. Akhirnya, setelah membaca The Jungle, Presiden Theodore Rosevelt menugaskan tim investigasi ke industri pengemasan daging di Chichago tersebut. Dan setahun berikutnya, terbitlah Undang-Undang tentang Makanan dan Obat yang menjadi pioneer lembaga FDA (Food and Drug Administration) yang ada sekarang ini sebagai lembaga yang mengawasi tentang sirkulasi makanan di Amerika Serikat. Itulah mengapa The Jungle dianggap sebagai salah satu novel Amerika yang paling berpengaruh secara politik pada abad terakhir.

Trus, kamu tahu The Alchemist? Buku karya Paolo Coelho ini begitu fenomenal sebab sudah diterjemahkan ke dalam 56 bahasa dan terjual sebanyak lebih dari 11 juta kopi. Fiksi, tapi begitu mempengaruhi mindset dari pembaca-pembacanya.

Terakhir, kamu pernah mendengar tentang Elon Musk? Ya, sosok yang menggagas proyek TESLA dan Space X yang futuristik. Ternyata, pandangan visionernya dipengaruhi oleh buku-buku yang di baca. Bukan hanya bacaan yang bersifat teknis baik itu berupa ensiklopedia dan textbooks, ternyata bacaan fiksi juga mempengaruhi alur berfikirnya dalam mengubah dunia. Dari Foundation-nya Isaac  Asimov, The Ultimate Hitchhiker’s Guide to The Galaxy karya Douglas Adams, Lord of The Flies-nya William Golding (di Perpustakaan Masyarakat Lebah Mungil yang saya kelola ada lho buku terjemahan pemenang Nobel Sastra 1983 ini, boleh pinjam, hehehe..) sampai The Fountainhead karya  Ayn Rand. Semuanya berupa karya fiski/novel.

So, jangan meremehkan arti sebuah buku karena ia dapat mengubah dunia.

Kembali tentang buku Ghost Fleet yang disinggung oleh Pak Prabowo. Melihat latar belakang penulisnya (Peter Waren Singer dan August Cole), bagi saya itu bukan hanya fiksi biasa. Meskipun sebenarnya itu hanya sebagian kecil saja dari protokol-protokol yang diskenariokan oleh the unseen director nun jauh disana. He he he…

***

Terakhir, saya termasuk percaya loh dengan teori konspirasi. Gak usah jauh-jauh di tataran dunia seperti yang digambarkan di film-film yang saya sukai semacam The Hunger Games, Maze Runner, Divergent dan sejenisnya. Sebenarnya, kalau kita mau peka, di tataran masyarakat bawahpun konspirasi itu nyata adanya meskipun dalam bentuk yang lebih sederhana. Cermati dech kalau tidak percaya.

Jadi kesimpulannya, bukan masalah takut atau tidak takut. Tapi bagaimana imajinasi-imajinasi yang tertuang dalam sebuah buku dapat melatih intuisi kita dalam menghadapi segala ancaman yang ada.

So, biasa saja kali.

Selamat malam.

– Kendal, 23 Maret 2018

#Day02

#30DWCJilid12

#Squad6

 

Source:

 

 

Advertisements

2 thoughts on “Books That Changed The World

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: