Belajar

Suatu ketika saya mendapatkan informasi tentang sebuah forum belajar yang sepertinya menarik. Apabila dilihat dari brosur dan copy writing-nya sungguh memikat.

Sebagai seorang yang senang belajar, maka sayapun tertarik untuk mengikutinya. Jarak dan biaya tidak menjadi penghalang bagi saya untuk mendapatkan sesuatu hal yang baru. Dan sayapun berangkat, cus….

Mengapa? Karena saya meyakini bahwa datang langsung ke sebuah forum (kajian ilmu) akan lebih terasa beda ruhnya daripada sekedar melalui WAG, streaming ataupun media lainnya yang tidak memungkinkan bertemu langsung dengan narasumbernya.

Namun sayang… Setelah mengikutinya, ternyata jauh dari ekspetasi saya sebelumnya. Materi yang disampaikan terasa membosankan, sangat teoritis dan membuat saya ilfill. 

Nah, apabila mengalami kejadian yang saya alami tersebut, apa yang akan anda lakukan?

Dari pengalaman saya ketika menghadapi kejadian yang serupa, beberapa pilihan yang dilakukan oleh seseorang yang “terjebak” dalam kondisi tersebut sangat beragam.

Tipe pertama, asyik ngobrol sendiri. Dan terus terang saya paling benci dengan tipikal orang yang seperti ini.

Mengapa? 

Terlepas dengan tidak nyamannya mereka, sesungguhnya mereka sedang menunjukkan keegoisannya. Selain tidak menghargai pembicara (sejelek apapun penyampaian dan muatannya), mereka mengganggu orang di sekitarnya yang tengah berusaha berkonsentrasi untuk menyimak materi.

Tipe kedua, asyik dengan gadgetnya. Saya termasuk orang yang tidak nyaman dengan tipe ini. Bolehlah sesekali menggunakan gadgetnya karena barangkali ada hal penting. Atau kalo menulis yang bermanfaat sih ok lah. Tapi, kalau mereka youtube-an atau sekadar haha hihi, wah saya koq neg ya ngelihatnya.

Tipe ketiga, tetap mengikuti forum namun mengalihkan perhatiannya dengan membuat coretan di bukunya atau membaca buku. Saya salut dengan orang tipe ini. Setidaknya ada hal positif yang bisa dilakukan sebagai pengalih kejenuhan.

Tipe keempat, segera meninggalkan forum. Saya lebih salut dengan tipe yang satu ini. Mereka bisa membuat pilihan yang barangkali membuat pembicara kurang nyaman. (Gimana gak nyaman, lha yang keluar hampir separo kapasitas peserta yang datang, ha ha ha).

Trus kalau saya bagaimana?

Biasanya saya akan tetap di situ. Mencoba menyimak dengan baik. Terlepas bagaimana membosankannya pembicara menyampaikan materi, selalu ada sisi-sisi positif yang bisa saya ambil. Entah itu dari sepenggal kalimat yang sampaikan, gesture ataupun yang lain. Meskipun kalau sudah pada peak-nya, sayapun terpaksa ngeloyor pergi. Ha ha ha…

Kesimpulannya nih.  Belajarlah tiada henti. Menjadi pembelajar sejati. Dimanapun itu, kapanpun dan dengan siapapun. 

InsyaAllah selalu ada sisi baik yang bisa kita dapatkan. Yuks, kita melatih diri untuk mencoba melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang. Karena itu akan mencerahkan. 

Menurut saya sih… Gak tahu kalau kamu?

Selamat malam….

– Kendal, 23 Pebruari 2018

#JumuahBerfaedah #selfreminder #inspiratoracademy

@jumuahberfaedah @inspiratoracd

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: