Perjalanan Menulisku (3)

Selain menulis untuk sahabat pena dan juga mencoba keisengan dengan mengikuti beberapa ajang lomba menulis, saya juga menulis surat untuk sang idola.Waktu itu salah satu idola saya adalah Hilman Hariwijaya.

Siapakah dia?

Beliau adalah salah satu penulis terkenal waktu itu. Karakter yang melekat darinya dalah LUPUS.

Apabila remaja sekarng sedang gandrung dengan DILAN, maka di jaman saya ada karakter remaja yang selalu makan permen karet dan digandrungi para kawula muda. LUPUS, Tangkaplah Daku, Kau Ku Jitak ! Itulah buku yang menceritakan karakter yang dibuat Kang Hilman, seorang pelajar sekaligus wartawan muda di majalah HAI. (Kalau penasaran, silahkan kepoin sendiri dah si LUPUS… ha ha ha…)

Singkat cerita saya mencoba menulis surat kepada beliau setelah mengikuti profilnya di  TVRI. HIngga akhirnya surat saya terbalas. Dilampiri foto beliau jaman itu. Wow…. Seneng banget rasanya. Hingga setelah perkenalan saya dengan Kang Hilman, saya rutin dikirimi newsletter dari Gramedia tentang buku-buku baru yang terbit, selain buku-bukunya Kang Hilman. Sampai saya kuliah pun newsletter itu terus dikirimkan ke rumah saya.

Oiya, dari newsletter ini, akhirnya saya membeli serial Goosebumps (karya R.L. Stine) dari informasi yang saya peroleh dari newsletter tersebut. Gak tahu sekarang ,buku-bukunya dimana  rimbanya. Apa itu Goosebumps… kepoin sendiri… ha ha ha…

Semenjak itulah saya termotivasi untuk menulis surat kepada tokoh idola saat itu. Idola anak muda. Ha ha ha… (seingat saya ada Nike Ardilla, Desy Ratnasari dan yang lainnya… lupa… he he he..)

Selain kepada idola, saya juga mencoba mengirim surat ke kedutaan-kedutaan besar negara sahabat. Dan ternyata semua dibalas dengan berbagai macam informasi baik berupa buku, bulletin atau yang lainnya. Seneng dech pokoknya.

Oiya, satu lagi… saya waktu itu juga getol mendengar radio yang ada di gelombang SW. Ada radio DW (Jerman), VOA (Amerika) dan KangGuru Radio (Australia). Sayapun berkirim surat kesana dan mendapat newletter yang mampu memperkaya bacaan saya waktu itu. Yang rutin mengirimkan per 3 bulan waktu itu adalah bulletin KangGuru dari IALF. Isinya menarik. Gak tahu sekarang. Sepertinya masih ada.

Trus…. Sudah dulu dech…

Menulis kali ini hanya untuk kejar setoran karena terlambat. Jadi maaf kalau seadanya. ha ha ha…

(Habis)

 

Selamat malam…

– Kendal, 20 Pebruari 2018 

#30dayswritingchallenge #30DWC #30DWCjilid11 #squad8 #day29

#Edisi Curhat

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: