Perjalanan Menulisku (2)

Membalas surat-surat sahabat pena yang berdatangan dari seluruh Indonesia begitu menguras energi saya waktu itu. Tangan jadi pegal-pegal. He he he. Selain itu meningkatnya intensitas saya dalam menulis tangan ternyata tidak berbanding lurus dengan bagusnya tulisan tangan saya. Tetap jelek, ha ha ha…

Oiya, ada satu lagi yang menjadi “beban” saya waktu itu. Tak lain dan tak bukan adalah terkait biaya perangko yang harus saya keluarkan untuk mengirimkan surat-surat balasan. Maklum, waktu itu masih pelajar yang baru bisa meminta uang saku ke orang tua. He he he…

Lalu sayapun harus mencari cara untuk menyelesaikan problem tersebut. Hingga suatu hari saya menemukan pengumuman untuk mengikuti lomba menulis yang diadakan oleh dirjen Postel waktu itu.

Enggak pede sih sebenarnya. Namun, meskipun iseng, terkirimkanlah tulisan saya ke panitia lomba tersebut. Itulah pengalaman saya pertama kali mengikuti kompetisi terkait dengan kepenulisan.

Hingga saat pengumumanpun tiba. Dan alhamdulillah meskipun tidak menjadi juara, tulisan saya masuk kategori lolos seleksi alias babak final dari sekian banyak tulisan yang berasal dari seluruh Indonesia. Lumayan, untuk orang yang iseng nulis dan pengalaman pertamanya mengikuti event menulis. (Sombong dikit, bolehlah…. Ha ha ha…) Alhamdulillah, saya mendapat apresiasi berupa 1 set perangko dari panitia. Kalau tidak salah sekitar 100 biji.Seri Pelita V, nominalnya 150 rupiah. Kalau ditotal nominalnya 15.000 rupiah. (Banyak loh untuk ukuran uang saat itu). Lumayan, bisa untuk membalas surat dari 100 sahabat pena. He he he…

***

Keisengan saya dalam megikuti lomba menulis terulang kembali ketika saya kuliah. Namun kali ini tidak berakhir bahagia. Ha ha ha…

Waktu itu, ada sebuah pengumuman di majalah dinding depan gedung kemahasiswaan di kampus terkait lomba menulis essai dari salah satu kampus negeri di Jawa Timur yang bekerjasama dengan salah satu NGO lingkungan.

Sekali lagi, karena tidak pernah terbersit untuk menjadi seorang penulis, sayapun mengikutinya secara asal-asalan. Iseng.

Namun, tanpa dinyana tulisan saya tersebut terpilih untuk mengikuti babak selanjutnya. Hadiahnya lumayan waktu itu. Bagi yang lolos seleksi, selain hadiah juga mendapatkan fasilitas menginap dua hari dua malam sekaligus mendapatkan pelatihan terkait alam dan lingkungan dari mentor-mentor yang berpengalaman saat itu. Tentu, kami juga harus presentasi terkait tulisan kita disana.

Dengan semangat, sayapun bersiap untuk mengikuti event tersebut.

Manusia boleh berencana, namun takdir Allah yang menentukan.

Ada kabar tak mengenakkan bagi orang muda seperti saya saat itu, masalah asmara… ha ha ha…. (lebay banget sih saya waktu itu, nyesel banget dech. He he he…) Dan jujur saja, mengganggu konsentrasi saya waktu itu.

Di tengah kegalauan, sayapun memutuskan untuk berangkat meskipun akhirnya hanya sekitar kurang lebih 4 jam saya disana. Sayapun”melarikan diri”. Ha ha ha…

(Udah lah, itu masa suram. Lupakan… ha ha ha..)

***

Menebus dosa itu, sayapun kembali iseng mengikuti lomba menulis. Kali ini berupa LKTI. Berduet dengan  teman saya.

Meskipun, lagi-lagi keinginan untuk menjadi penulis tidak pernah terlintas di pikiran saya. (Mungkin karena dunia literasi waktu itu tidak semarak seperti sekarang melalui media sosial).

Alhamdulillah, di tingkat kampus kami lolos dan maju mewakili ke tingkat kopertis. Lumayan besar waktu itu hadiahnya. Kira-kira setelah dibagi berdua, uangnya bisa untuk biaya kost selama 2 tahun. Dan ketika di kopertis, kami bisa meraih juara harapan dan mendapat hadiah uang juga yang cukup besar untuk kantong mahasiswa saat itu. Meskipun juara harapan, momen itu sangat kami syukuri. Sebab, lawan-lawan yang kami hadapi cukup berat. Selain mahasiswa dari kampus swasta terbaik di Surabaya saat itu, ada juga teman-teman dari kampus Negeri di Jawa Timur saat itu.

***

Semoga setelah bergabung dengan KMO Clubnya mas Tendi Murti, saya juga bisa melanjutkan keisengan menulis saya bersama @inspiratoracademy dan #30DWC nya mas @rezky_passionwriter. Ha ha ha…

Belajarlah dari siapa saja, kapan saja dan dimana saja…. Keep Writing !!!

 

(Bersambung)

 

Selamat pagi menjelang siang…

– Kendal, 17 Pebruari 2018 

#30dayswritingchallenge #30DWC #30DWCjilid11 #squad8 #day27

#Edisi Curhat

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: