Perjalanan Menulisku (1)

Hoby yang selama ini saya tuliskan di beberapa formulir biodata yang pernah saya isi biasanya adalah  reading, travelling dan gardening. Tidak terpikirkan sama sekali untuk menuliskan “writing” di situ.

Mengapa?

Sebab menulis menjadi momok bagi saya manakala mendapatkan pelajaran Bahasa Indonesia ketika menempuh jenjang pendidikan dasar dahulu. Pada saat mendapatkan tugas untuk menulis, maka yang saya lakukan adalah membesar-besarkan tulisan dan merenggangkan tulisan selebar mungkin supaya halamannya penuh terisi. Padahal jumlah katanya hanya sedikit. Ha ha ha…

Namun, waktu saya menginjak usia SMP saya berusaha mulai melatihnya (secara tidak sadar) meskipun tetap saja “menulis” bukan menjadi hoby yang tertuliskan di bio saya.

Menulis bebas waktu itu berawal dari surat-suratan. Ya, proses yang saya alami waktu itu. Khas remaja di jaman itu, ciee… Tapi bukan surat cinta lho, Swear !) Jauh berbeda dengan saat ini yang terfasilitasi dengan internet dan jejaring  media sosialnya. Saat itu media yang tersedia adalah kartu pos dan surat berperangko.

Kebetulan waktu itu saya secara iseng  mengirimkan foto dan biodata saya ke majalah Sahabat Pena, sebuah majalah yang diterbitkan secara gratis oleh PT Pos dan bisa diperoleh di kantor pos. Dikarenakan stoknya yang sedikit, saya selalu mengantri untuk mendapatkannya hingga petugas pos hafal dengan saya. Dan akhirnya setiap edisi baru tiba, beliau selalu menyisihkannya untuk saya.

Hingga suatu hari tibalah surat-surat itu yang datang tiada henti. Ternyata saya banyak penggemarnya. Padahal sih gak ganteng-ganteng amat. Ha ha ha…

Singkat cerita, sayapun membalas surat-surat tersebut satu persatu. Tulis tangan lho ! Dan isinya tentu saja menyesuaikan isi dari masing-masing surat. Akhirnya mengarang indah menjadi pengisi waktu luang saya waktu itu. Sampai akhirnya saya capek sendiri. Ha ha ha…. Namun, berusaha menghargai pengirim surat yang asalnya hampir dari seluruh Indonesia maka saya buat ketikan surat dengan jawaban standar yang umumnya ditanyakan oleh “penggemar” saya waktu itu kemudian saya fotokopi dan saya kirimkan balasannya. Ha ha ha…

Namun itu tidak berlangsung lama. Saat mulai kuliah, kesibukan yang satu itu saya tinggalkan meskipun ketika pulang liburan yang saya jumpai adalah tumpukan surat-surat itu… (maafkan saya ya teman-teman yang surat-suratnya tidak terbalaskan…)

 

(Bersambung)

Note : Cerita bersambung saya ini saya putuskan untuk menjadi konten jeda dari tantangan bertema di hari 24, 26, 28 dan 30. Terpaksa deh seri InspirasiKu – inspirasiMu tidak berlanjut dulu. Ha ha ha…

(Tapi pengalaman saya ini siapa tahu bisa jadi inspirasimu loh, inspirasi buat nullis… ha ha ha…)

 

– Kendal, 16 Pebruari 2018 

#30dayswritingchallenge #30DWC #30DWCjilid11 #squad8 #day25

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: