Pembelajar Sejati

Beberapa waktu yang lalu saya memperoleh cerita dari teman saya. Ceritanya tentang dua sosok sahabat beliau yang memilih konsep pendidikan yang berbeda bagi anak-anaknya. Namun, keduanya memiliki kesamaan yaitu kesuksesan dalam mendidik anak-anaknya. Meskipun parameter kesuksesan itu relatif namun setidaknya dapat memberikan insight bagi saya dalam mendidik anak-anak saya.

Sahabat yang pertama adalah tipikal orang yang rapi secara administratif. Dapat dikatakan bahwa perjalanan hidupnya serba terencana. Singkat cerita, sahabat yang pertama selalu mengarahkan putra-putrinya untuk belajar di jalur sekolah formal. Berkat keyakinan pilihan beliau dan tentunya hasil sinergi dengan pasangan hidupnya, anak-anak mereka bisa dikatakan sukses. Anak pertama bisa meraih gelar LC dan sudah mendedikasikan hidupnya dengan mengajar. Anak kedua dan ketiga sudah purna sekolah kedokterannya dan sudah menjadi dokter. Anak keempat juga sudah meraih gelar LC.

Sahabat yang kedua memilih pola pendidikan yang bertolak belakang dari sahabat yang pertama. Dari semua anaknya hanya satu yang sekolah di jalur formal. Selain itu semuanya menggunakan metode sekolah alam dalam proses belajarnya. Dan kini anak-anaknya juga bisa dikatakan sukses semua. Anak-anaknya relatif tangguh dan mandiri. Mereka mempunyai life skill yang bagus.

Dari kedua sosok tersebut (dan kebetulan saya juga mengenal mereka) ada beberapa inshight yang bisa saya peroleh.

Yang pertama adalah konsistensi dalam membuat pilihan. Ya, sikap konsisten dalam memilih pendidikan bagi anak-anaknya dan tentunya dengan bekal yang sudah mereka siapkan menjadi penentu dalam keberhasilan pendidikan anak-anaknya.

Yang kedua adalah kesamaan visi dengan pasangan. Kesamaan visi tersebut terinternalisasi dalam pola asuh mereka sehari-hari. Tanpa adanya hal tersebut saya yakin anak akan bingung dalam proses belajarnya.

Yang terakhir adalah keteladanan semangat pembelajar mereka bersama pasangan yang akhirnya membuat anak-anaknya bisa menjadikan kedua orang tuanya sebagai raw model dalam belajar mereka.

Ya, semangat pembelajar.

Semangat pembelajar ini menurut saya kunci bagi siapa saja jika ingin sukses dalam proses pendidikannya baik itu secara formal maupun formal.

Pernah melihat film First Grader? Film yang dirilis pada tahun 2010 ini mengisahkan sosok inspiratif berkebangsaan Kenya yang bernama Kimani Ng’ang’a Maruge. Beliau tercatat dalam Guiness Book of Record sebagai murid tertua yang belajar di jenjang Sekolah Dasar (SD). Usianya saat itu 84 tahun. Dengan perjalanan yang jauh tanpa alas kaki dan dibantu dengan tongkatnya tidak memupus jiwa pembelajarnya hanya untuk belajar alfabet. (Selengkapnya silahkan tonton sendiri filmnya ya, ha ha ha).

Kemudian ada sosok-sosok murid tertua yang terus belajar tanpa mengenal usia. Ada Kimlan Jinakul dari Thailand. Beliau menjadi murid/mahasiswa tertua di Universitas Terbuka Sukhothai Thammatirat University, Bangkok. 91 tahun usia beliau saat di wisuda. Kemudian ada Hermain Tjiknang yang berusia 91 tahun saat diwisuda di UNPAD. Ada Nola Ochs yang memperoleh gelar sarjana Sejarah di usia 95 tahun dan master di usia 98 tahun. Dan banyak contoh lainnya. Mereka adalah murid-murid yang luar biasa. Sosok-sosok pembelajar sejati.

Terakhir saya ingin mengutip pernyataan Kimlan Jinakul dalam wawancaranya dengan BBC, “Tidak pernah terlambat untuk belajar. Pikiran saya selalu bangun untuk belajar. Setelah pulih dari kesedihan dan kehilangan putri saya, saya mendorong diri sendiri untuk menyelesaikan program studi ini dengan harapan roh putri saya senang,” ungkapnya.

Mau meniru mereka? Itu pilihan anda. Selamat mengosongkan gelas dan menjadi pembelajar sejati hingga ajal menjemput.

Selamat sore…

 

– Kendal, 14 Pebruari 2018 

#30dayswritingchallenge #30DWC #30DWCjilid11 #squad8 #day24

#tema : MURID

Advertisements

2 thoughts on “Pembelajar Sejati

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: