Guru Lingkungan

Berprofesi sebagai seorang guru, ternyata tidak menghalangi langkah ibu inspiratif yang satu ini untuk berbagi dan memberikan inspirasi.

Yulia Suparti nama beliau. Guru di SMP Negeri 11 Bengkulu.

Semuanya berawal ketika di tahun 2006 silam. Sekolah tempat beliau mengampu di tunjuk untuk mengikuti  lomba kebersihan tingkat kota (adiwiyata) di mana salah satu syaratnya adalah sampah yang ada tidak boleh dibakar.

Setelah memperhatikan volume sampah yang berlebih di sekolahnya maka terbersit ide untuk menjadikannya sebagai kompos.

Ide tersebut terbilang nekat. Dengan basic keilmuan fisika, tentu beliau sama sekali tidak memiliki pengetahuan untuk membuat kompos, apalagi pengalaman.

Namun, beliau tidak patah arang. Jiwa pembelajarnya menggelora hingga beliau berhasil seperti sekarang ini. Beliaupun terus berinovasi. Sampai saat ini beliau terus belajar dan terus aktif membagikan ilmunya yang dia dapatkan untuk mengolah sampah menjadi pupuk organik, baik padat maupun cair.

“Menebus dosa  ekologis, dosa kepada bumi”

Itulah yang terus memotivasi beliau menekuni kontribusinya untuk menyelamatkan lingkungan disekitarnya. “ Kita semua harus punya kesadaran untuk merawat bumi,” imbuhnya.

Keuletannya kini menuai hasil. Selain beliau berkesempatan untuk membagikan ilmu dan pengalamannya di sekolah-sekolah lain di Bengkulu, beliau juga pernah di undang untuk menjadi pemateri di sebuah Konferensi Internasional di Nepal 2015 silam. Selain itu, respon positif sekolah dan pihak pemerintah daerah membuat gerakan yang disebarkan oleh beliau diapresiasi menjadi kegiatan ekstra kurikuler hampir di semua SMP diKota Bengkulu dan materinya dimasukkan ke dalam kurikulum bioteknologi mata pelajaran IPA.

Demikian kisah inspiratif dari sosok yang satu ini. Semoga upaya beliau dapat berjalan secara berkesinambungan dan menyebar hingga seluruh Indonesia agar kesadaran terhadap lingkungan semakin meningkat.

Dengan kesibukan nya dan usia yang sudah tidak muda lagi beliau dapat berkontribusi dan memberikan solusi. Tentu bagi generasi muda bisa melakukan yang lebih baik lagi dari beliau.

Yuk, selamatkan bumi dari hal yang kecil, dari diri sendiri dan mulai saat ini juga. Meskipun jauh dari publisitas, teruslah bekerja dalam sunyi sebagaimana ibu Yulia Suparti.

 

Selamat pagi…

 

– Kendal, 14 Pebruari 2018 

#30dayswritingchallenge #30DWC #30DWCjilid11 #squad8 #day23

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: