Umar

Kesuksesan yang  di raih seseorang biasanya dipengaruhi oleh perjalanan kisah hidupnya di masa kecil, meskipun tidak semuanya.

Untuk itu, masa kecil menjadi salah satu fondasi untuk membangun karakter seseorang.

Nah, kisah sosok inspiratif berikut ini salah satunya. Bukan hanya masa kecilnya saja menurut saya. Namun jauh sebelum itu. Sosok ini akhirnya melegenda.

Sebagaimana bahasan saya dua hari terakhir yaitu tentang mengingat mati. Sosok yang satu ini juga selalu mengingat akan kematian. Setiap malamnya beliau mengumpulkan para fuqoha’ agar berbicara tentang kematian, hari kiamat dan akhirat. Kemudian mereka menangis seolah-olah di depan mereka ada jenazah.

Dan ternyata, kebiasaannya dalam mengingat mati tersebut dilakukannya semenjak masa kecilnya dulu.

Suatu hari ibunya mendapati beliau sedang menangis tersedu-sedu. “Wahai anakku, ada apa gerangan yang terjadi sehingga engkau menangis seperti itu? Tanya ibundanya. Dengan tenang beliau menjawab, “aku hanya ingat mati wahai ibundaku.”

Ya, beliau adalah Umar Bin Abdul Aziz.

Sosok pemimpin yang dirindukan. Meskipun hanya memimpin sekitar 2 tahun lebih 14 hari, namun kepemimpinan dan teladannya  tidak diragukan lagi. Bahkan konon, di zaman beliau memimpin dikisahkan ada sekelompok domba dan sekelompok serigala hidup bersama-sama. Dombanya tidak merasa takut dan serigala tidak membunuh domba. Berkat keadilan Umar Bin Abdul Aziz.

Nah, bagaimana beliau bisa memiliki kapasitas seperti itu?

Semuanya berawal dari masa kecilnya dan jauh sebelum itu.

***

Pernahkah anda mendengar kisah di saat Khalifah Umar bin Khattab sedang ronda tengah malam, yang merupakan kebiasaan malam saat beliau memimpin ?

Ya, dialog antara penjual susu yang miskin dengan anaknya.

“Wahai anakku, segeralah tambahkan air ke dalam susu ini agar terlihat banyak sebelum matahari  terbit”, pinta sang Ibu.

Kemudian anaknya menjawab, “kita tidak boleh seperti itu Ibu. Amirul mukminin melarang kita berbuat seperti ini.”

“”Tidak mengapa, khan Amirul Mukminin tidak mengetahuinya?”, desak Ibunya.

Namun sang anak menjawab, “Jika Amirul Mukminin  tidak mengetahuinya, maka Tuhan Amirul mukminin yang tahu”

Begitulah sepenggal dialog yang membuat Khalifah Umar Bin Khattab menikahkan anak perempuan tadi dengan putranya, Asim. Dan doa khalifah Umar saat itu adalah “Semoga lahir dari keturunan gadis ini bakal pemimpin Islam yang hebat kelak akan memimpin orang-orang Arab dan Ajam.”

Dan terkabullah doa Khalifah Umar bin Khattab tersebut.

Dari perempuan tadi lahirlah Laila atau Ummu Asim, yang ketika dewasa menikah dengan Abdul Aziz bin Marwan. Dan Umar bin Abdul Aziz adalah putra dari pasangan ini.

***

Itulah kisah sebelum masa kecil Umar bin Abdul Aziz. Kisah yang membentuknya menjadi seorang pemimpin hebat di jamannya.

***

Dan masa kecilnya juga turut membentuk karakter dan kepribadian beliau.

Saat kecilnya beliau adalah seorang anak yang gemar belajar.Beliau sangat senang bertemu dan berkumpul dengan para alim ulama, mengisi waktu luangnya untuk menghafal  Alqur’an, belajar Bahasa Arab, ilmu adab, termasuk belajar sastra. Kedekatan beliau dengan para ulama menjadikannya lebih dewasa daripada umurnya sendiri.

Dikisahkan pula saat beliau masih kecil, beliau terlambat datang sholat jamaah. Dan sang guru emanyakan penyebab keterlambatannya.

Umar pun menjawab dengan jujur, “Aku terlambat karena akumasih menyisir rambutku.”

Lalu sang gurupun berkata, “Apakah kamu lebih mengutamakan menata rambutmu dibandingkan sholat?

(Maaf, karena sudah mendekati deadline… tolong dicari sendiri kisah masa kecilnya yang lain ya… ha ha ha… )

***

Begitulah masa kecil yang membentuk beliau menjadi seorang pemimpin yang komplit di masa pemerintahannya. Kebijaksanaannya, kejujurannya,keadilannya dan kesederhanaannya.

Tentu bukan hanya masa kecilnya yang inspiratif, tapi juga kisah-kisah saat beliau memimpin.

Lengkapnya, silahkan dibaca sendiri ya  kisahnya. Inspiratif. Sayapun termasuk yang terinspirasi dari beliau. Itulah mengapa anak laki-laki saya namakan Umar. Sebagai doa agar dia bisa meneladani sosok beliau. Aamiin.

Selamat malam…

 

– Kendal, 11 Pebruari 2018 

#30dayswritingchallenge #30DWC #30DWCjilid11 #squad8 #day21

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: