Steve Jobs dan Kematian

#30dwc kali ini saya sedang mencoba konsisten menulis tentang satu tema. Tentang kisah-kisah yang memberikan inspirasi bagi saya dan berharap kisah tersebut dapat memberikan inspirasi bagi siapa saja yang membacanya… Berapapun itu, meski hanya satu orang. Setidaknya itu yang dapat saya lakukan untuk menebarkan kebaikan. Sekecil apapun itu.

Memasuki hari ke 17 sampai sekarang membuat saya harus berfikir keras dikarenakan sudah tidak dapat menuangkan sesuai ide saya. Namun saya perlu memenuhi tantangan tersebut meskipun di satu sisi mencoba untuk konsisten dengan tema awal saya. Alhamdulillah dua hari terakhir dapat saya sesuaikan.

Namun hari ini sepertinya akan berat. Tapi tak apalah… di coba saja…. He he he…

Dikarenakan stuck nulis dan kebetulan hari ini hujan turun dengan derasnya yang mengakibatkan banjir… maka saya berusaha menulis tepat waktu karena memang sesuai aturan tidak ada alasan apapun untuk tidak menulis kecuali tidak ada sinyal internet… So, cekidot… ha ha ha…

***

Tema kali ini adalah “Perjalanan Hidup”

Perjalanan hidup itu misteri…  Penuh lika liku… Ada suka dan ada duka… ada positif dan negatif… ada canda dan tawa…

Ada cerita dimana orang yang awalnya memiliki perilaku yang buruk, namun di akhir hayatnya meninggal dengan baik. Dia sudah menyesali perbuatan buruknya di masa lalu dan berganti melakukan kebaikan-kebaikan. Hingga di akhir hidupnya khusnul khotimah. Contohnya adalah sahabat Umar Ra.

Ada cerita dimana orang yang awalnya sangat rajin beribadah. Namun di akhir hayatnya dia dimatikan dalam perilaku keburukan. Su’ul khotimah. Banyak contoh yang bisa dicari di sekitar kita.

Lalu mana yang kita pilih? Itu terserah anda…

Bagaimana caranya?

Barangkali pengalaman dari sosok yang akan saya bahas ini dapat menginspirasi anda.

Steve Jobs namanya…. Anda pasti sudah mengenalnya.

Dalam sebuah pidato fenomenalnya di momen wisuda Stanford University, 12 Juni 2005, dia menceritakan tiga cerita pengalaman hidupnya… perjalanan hidupnya…..

Poin pertama sudah pernah saya singgung dalam tulisan saya berjudul “connecting the dots” di ajang #30DWC jilid 10 yang lalu.

Kali ini saya akan menyampaikan poin yang ketiga dari apa yang disampaikan Steve Jobs di pidato fenomenalnya tersebut.

Tentang kematian…

(Sampai batas ini, setor dulu… biar tidak lewat deadline… terpenting… menulis, lebih dari 350 kata … lalu saya selesaikan… ha ha ha…. )

Yach, tentang kematian…

Semuanya berawal saat dia membaca ungkapan yang berbunyi “Bila kamu menjalani hidup seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, maka suatu hari kamu akan benar.”

17 tahun usianya saat itu.

Dan 33 tahun terakhir semenjak saat itu,  setiap pagi ketika dia bercermin, yang ditanyakan pertama kali  pada dirinya sendiri adalah “Bila ini adalah hari terakhir saya, apakah saya tetap melakukan apa yang akan saya lakukan hari ini?” Bila jawabannya selalu “tidak” dalam beberapa hari berturut-turut, saya tahu saya harus berubah.

<Saya tidak akan menyampaikan semua pidatonya, silahkan googling sendiri “pidato fenomenal Steve Jobs”.>

Inti pesannya adalah bahwa dalam sebuah perjalanan hidup pasti akan diakhiri dengan sebuah kematian.

So… perlu bagi kita untuk sering-sering mengingat mati.

Mengapa?

Dengan mengingat mati maka kita dapat mengontrol perilaku kita di dunia. Sebab, manakala kita melakukan dosa, biasanya ingatan kita terhadap kematian sedang hilang.

Ketika sedang mengalami ancaman semisal bencana alam, gempa, kecelakaan dan segala ancaman yang lainnya, maka kita akan segera mengingat kematian.

Dan tidaklah mengherankan banyak kita melihat orang rajin melakukan amal (kebaikan) ketika sudah tua. Sedangkan masa mudanya dia berbuat sesukanya dikarenakan berfikir usianya akan panjang. Padahal usia kita itu tidak pasti.

***

Terakhir, saya bukan pengguna ipod, ipad, imac ataupun iphone. Meskipun jujur saja saya pernah mendambakan untuk memilikinya. Namun, saya termasuk penggemar Steve Jobs. So, tidak ada salahnya kita menangkap pesan yang disampaikan olehnya. Sebab, belajarlah dari siapa saja, kapan saja dan di mana saja.

Buruan dech, di browsing pidato tersebut… ha ha ha…

STAY FOOLISH – STAY HUNGRY and THINK DIFFERENT

Keep writing !!!

<Udah ah, gak usah banyak-banyak… mau ronda jaga dulu… ha ha ha>

Selamat Malam…

– Kendal, 9 Pebruari 2018 

#30dayswritingchallenge #30DWC #30DWCjilid11 #squad8 #day19

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: