Pejuang Keluarga Indonesia

Saya tahu pertama kali sosok inspiratif yang satu ini saat mengikuti bedah buku beliau (Di Jalan Dakwah Aku Menikah) ketika tinggal Malang lebih dari sepuluh tahun yang lalu. Beliau adalah penulis tentang pernikahan, parenting, pernak-pernik rumah tangga dan keluarga.

Pembawaannya tenang dan kata-katanya runtut. Mudah dipahami. Tak hanya tulisannya. Pun demikian dengan tulisan-tulisannya. Bukan hanya beliau, istrinya pun juga senang menulis dan beberapa berkolaborasi dalam buku yang ditulis. Seri Wonderfull Family, kompilasi beberapa buku mereka. Tentang bagaimana ikhtiar untuk menjadi keluarga yang bahagia di saat tantangan berkeluarga di era tekhnologi yang semakin kompleks permasalahannya. Tidak mudah memang untuk membangun keluarga saat ini. Dan pengalaman beliau dengan Jogja Family Center dan RKI (Rumah Keluarga Indonesia) nya sangat membantu bagi keluarga-keluarga, baik yang baru maupun lama agar dapat merawat hubungan di dalam keluarga. Hubungan tersebut baik antar pasangan maupun dengan anak-anak. Kuncinya adalah komunikasi yang baik.

Beliau adalah Pak Cahyadi Takariawan. Aktif menulis juga di situs pribadinya selain sebagai kompasioner (pernah dinobatkan sebagai kompasioner favorit 2014) dan kontributor di beberapa media lainnya. Istrinya, Ibu Ida Nur Laela juga aktif menulis di blognya.

Terakhir, Pak Cahyadi menghasilkan karya bersama peserta kepenulisannya berupa buku yang berjudul “Perahu Cinta Itu adalah Keluarga”. Masa pre ordernya sudah di mulai tanggal 3 Pebruari kemarin dan berakhir sampai 17 Pebruari 2018. Bagi yang tertarik bisa mendapatkan informasi lebih jauh di fanspage Pak Cahyadi (@cahyadi.takariawan) atau akun instagram beliau @cahyadi_takariawan

Insyaallah banyak insight yang bisa diperoleh dari buku tersebut sebagaimana buku-buku sebelumnya yang sudah banyak beredar di toko-toko buku.

***

Bagi saya yang insyaallah sebentar lagi akan memasuki usia pernikahan yang ke 15, tulisan-tulisan dan ide-ide beliau sangat membantu dan bermanfaat. Ada pengingat dalam menjalankan perjalanan berkeluarga yang tentu penuh lika-liku. Terkadang ada gap antara idealita yang dituangkan di buku beliau dan realita yang saya jalani. Namun, proses belajar tiada henti dalam mengarungi perjalanan keluarga mutlak terus dilakukan. Salah satunya ya dengan membaca tulisan-tulisan beliau dan mendengar tausiah beliau yang sudah dengan mudah dapatkan saya peroleh di media sosial.

So, bagi yang sudah berkeluarga tidak ada salahnya belajar dari beliau. Apalagi yang belum berkeluarga. Menurut saya perlu untuk belajar dan mempersiapkan serta memantaskan diri. Insyaallah sangat membantu.

Kata Pak Cah, “Akad nikah telah membuat laki-laki dan perempuan menyandang sejumlah tanggung jawab besar”

Kata Dilan… menikah itu berat. Apalagi yang menikah tanpa persiapan sebelumnya.

So… biar kamu saja. Maksudnya yang belum berkeluarga, belajar dulu… baru segera nikah… Jangan pacaran mulu… ha ha ha

Yang tua juga harus terus belajar loh…. Never Ending Learning…

Selamat Pagi….

– Kendal, 7 Pebruari 2018 

#30dayswritingchallenge #30DWC #30DWCjilid11 #squad8 #day17

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: