Ratu Sampah (3)

“Tidak sampai 1 persen penduduk dunia yang mau mempelajari tentang sampah, padahal 100 persen penduduk dunia menghasilkan sampah setiap harinya.”

Itu yang disampaikan oleh sosok inspiratif yang akan saya bahas kali ini.

Ibu Sri Bebassari namanya.

Usianya kini tidak muda lagi. Namun semangatnya bisa dikatakan seperti semangat anak muda.

Tahun 1979, beliau sudah menamatkan pendidikannya di Tekhnik penyehatan lingkungan (kini tekhnik lingkungan) ITB dan 1980 beliau mulai mengkaji sampah di tempat kerjanya, sebagai peneliti di BPPT. Semenjak itulah beliau mulai mempelajari sampah hingga 36 tahun lamanya hingga kini. Atas dedikasi beliau akhirnya di anugerahi penghargaan Kalpataru pada tahun 2015 yang lalu.

Beliau merupakan salah satu pencetus hari peduli sampah nasional. Oleh karenanya beliau dijuluki sang ratu sampah nasional.

Nah, menurut beliau bicara sampah ternyata tidak hanya masalah engineering. Ada aspek lain yang penting baik itu aspek hukum,kelembagaan, pendanaan dan sosial  budaya. Dan kesuksesan penanganan sampah adalah integrasi dari semua aspek tersebut. Tidak dapat berdiri sendiri-sendiri.

Lebih dari itu beliau mencontohkan bahwa aspek regulasi menjadi komponen utama dalam penyadaran mindset masyarakat. Contohnya di Jepang yang memiliki undang-undang tentang sampah semenjak 100 tahun yang lalu. Demikian juga Singapura yang sudah 40 tahun memilikinya. Regulasi dan penegakan hukum dengan benar akan membantu keberhasilan penanganan sampah. Tentu semuanya memerlukan waktu. Berproses.

Dan alhamdulillah, di Indonesia, meskipun terlambat akhirnya memiliki undang-undang nomor 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah .

Beliau kini masih aktif mengelola sampah melalui InSWa (Indonesia Solid Waste Association)

***

Learning point dari sosok Sri Bebassari adalah bahwa untuk bisa berbagi tidak terbatas pada usia. Dimanapun dan kapanpun bisa berkontribusi.

Kemudian, ketika menanngani permasalahan sampah haurs dilihat dari berbagai aspek/sudut pandang. Semuanya perlu disinergikan. Terakhir adalah adanya regulasi harus di dukung dengan political will. Oleh karena itu, menjelang pilkada serentak 2018 diperlukan calon-calon yang memahami undang-undang yang sudah di terbitkan dan mampu mengaplikasikan ke dalam pemerintahannya. Semoga yang terpilih adalah sosok-sosok yang peduli dengan lingkungan khususnya permasalahan sampah.

Selamat malam…

– Kendal, 6 Pebruari 2018 

#30dayswritingchallenge #30DWC #30DWCjilid11 #squad8 #day16

 

 

Sumber :

– Sri Bebassari Sang Ratu Sampah – Youtube Kompas TV

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: