Ratu Sampah (1)

Tahukah anda tentang sampah?

Sudahkah membuang pada tempatnya?

Bagi anda yang tinggal di lingkungan perkotaan, saya yakin permasalahan yang satu ini menjadi permasalahan serius yang seringkali tidak disadari.

Menurut saya, wawasan untuk membuang sampah pada tempatnya sebetulnya sudah ada. Namun kesadaran dan eksekusinya seringkali banyak terkendala. Bisa dikarenakan waktu, sikap dan kondisi lingkungan disekitarnya.

Nah, bagaimana supaya bisa membantu memberikan solusi untuk permasalahan tersebut?

Insyaallah dalam beberapa hari ke depan saya akan memberikan kisah dari sosok-sosok inspiratif di bidang “sampah” yang semoga dapat memberikan insight bagi anda untuk mulai meniru langkah mereka. Setidaknya dimulai dari diri sendiri dan dari hal yang terkecil.

***

Hari ini saya akan membahas sosok seorang gadis. Umurnya sekitar 22 tahun saat ini karena lahir di tahun 1996.

Amilia Agustin namanya. Saya tahu pertama kali saat acara Kick Andy yang  tayang sekitar tahun 2012 yang lalu.

Waktu itu dia baru naik kelas 2 SMA. Namun, sudah dijuluki sebagai ratu sampah ketika masih kelas VIII di SMP 11 Bandung. Berarti usianya saat itu sekitar 15 tahun saat itu.

Dulu, pada saat dia pertama kali masuk sekolah , SMP -nya terkenal dengan sekolah yang kotor. Bertolak dengan kondisi itu, bersama guru pembimbingnya, dia dan teman-temannya membuat gerakan bersih-bersih sampah disekolahnya dengan cara melarang membuang sampah sembarangan dan meminimalisir penggunaan plastik. Hingga akhirnya sekolahnya kini menjadi sekolah yang bersih dan hijau.

Tidak hanya itu, dia mampu menggerakkan ibu-ibu yang tinggal di sekitar rumahnya untuk mengolah hasil pemilahan sampah menjadi kerajinan tangan yang bermanfaat.

Atas prestasinya itu dia di anugerahi penghargaan dari Satu Indonesia Award. Namun, hadiah dari pernghargaan itu tidak digunakannya sendiri, akan tetapi dibelikan mesin jahit dan sepeda untuk perpustakaan keliling yang disumbangkan kepada warga sekitarnya.

Kini dia tinggal di Bali karena menempuh studi di Universitas Udayana. Meskipun demikian, jiwa kepedulian terhadap lingkungan tetap terus terjaga. Dia membentuk komunitas peduli lingkungan yang bernama Udayana Green Community.

***

Konsistensi dia mengelola sampah sepertinya akan terus terpatri didalam dirinya. Dia akan terus menyadarkan masyarakat Indonesia dalam menyikapi sampah dimana sampah adalah masalah bersama. Bukan tugas tukang sampah dan dinas kebersihan saja. Dan dia berkeinginan membuat sekolah contoh yang berorientasi aksi, bersama Ibu Nia, guru pembimbingnya dahulu. Semoga terwujud.

Satu yang saya suka sama Ami (panggilan akrabnya) saat wawancara dengan Andy Noya di acara Kick Andy adalah “Mau orang bilang itu kotor… mau orang bilang itu jijik… mau di bilang culun…  saat kita bergerak untuk menyelesaikan  permasalahan di sekitar kita, sebenarnya kita telah membuat suatu perubahan yang meskipun itu kecil tapi akan berdampak besar suatu hari nanti…” Keren bukan….

Satu lagi … “kita bukan orang-orang yang pintar… kita bukan orang-orang  yang jenius,… kita bukan orang-orang yang hebat… tapi kita hanya orang-orang yang memaknai hidup itu dengan berbagi bersama orang lain.”

Selengkapnya bisa di searching di youtube dengan keyword Amilia Agustin … ha ha ha…

Akhirnya… jika kita bukan orang sembarangan maka jangan buang sampah sembarangan… Semoga menginspirasi…

 

Selamat malam…

– Kendal, 4 Pebruari 2018

#30dayswritingchallenge #30DWC #30DWCjilid11 #squad8 #day14

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: