The Big Idea

Selalu saya katakan bahwa jika Anda ingin sukses, kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang lebih cerdik daripada Anda. Trik itu berhasil bagi saya. Ide-ide besar bisa saja bermula dari pikiran dari pikiran individu-individu, namun ide-ide itu berkembang subur ketika orang-orang berbakat, kreatif, dan penuh semangat berkumpul bersama. Tak ada individu yang ahli dalam segala hal. Sukses merupakan sebuah kolaborasi.

Itulah paragraf pertama dari ucapan terima kasihnya, belum inti bukunya. (Menarik bukan…)

Dan menulis buku yang satu ini adalah contoh kolaborasi dari seorang Donny Deutsch. Kolaborasi dengan siapa? Chaterine Whitney, seorang penulis.

(Jadi ingat bahasan kolaborasi, “tangan kanan” dan #lingkarkebaikan dari Mas @rezky_passionwriter akhir-akhir ini dipostingan IG-nya.)

Oiya, judulnya The Big Idea…

.

.

.

Buku ini saya dapatkan beberapa tahun yang lalu secara tidak sengaja.

Ceritanya waktu itu pulang dari Surabaya menuju Jombang. Di tengah perjalanan, keponakan merengek meminta mainan yang akhirnya membuat kami menepi menuju salah satu mall di Krian, sebuah kota pinggiran di Sidoarjo yang berbatasan dengan Mojokerto.

Saat rombongan masuk mall, saya terpaku pada seonggok buku dalam kontainer yang berada di sudut Mall, dekat parkiran.

Rupanya buku-buku tersebut sedang di obral oleh pemiliknya.

Awalnya saya tertarik dengan judulnya yang besar, dominan memenuhi sampulnya. Lalu saya baca sekilas, dan menarik sepertinya.

Tanpa pikir panjang segera saya beli buku itu dengan harga yang cukup murah, 20 ribu.

Di alih bahasakan oleh Gramedia Pustaka Utama untuk pertama kalinya tahun 2009, padahal baru dirilis 30 Desember 2008 di negerinya sana, tentu bukan sebuah buku yang sembarangan menurut saya.

Dan benar saja, isinya mampu memberikan inspirasi bagi saya, bahkan ketika saya baca beberapa kali hingga sekarang. Tidak basi. Selalu ada insight baru ketika membacanya ulang.

***

Buku dengan tebal 261 halaman ini menurut saya salah satu buku bagus apabila dilihat dari sisi penerjemahannya. Sebab, kadangkala saya menemui buku dengan terjemahan yang kurang pas sehingga mengurangi  ekspetasi saya ketika awal membelinya. Lebih nyaman dan enak membaca buku aslinya.

***

Buku ini memberikan inspirasi bagi siapa saja yang membacanya dengan kisah-kisah sukses. Bukan kisah sukses biasa. Namun, kisah sukses yang semuanya berawal dari  ide-ide besar yang ada di sekitar kita. Kisah-kisah dari tamu talkshow Donny Deutsch yang juga berjudul “The Big Idea” di CNBC.

Ada kisah seorang ibu yang kecapekan mengurusi anak-anak yang hidungnya penuh ingus. Blar ! Lahirlah Boggie Wipes – tisu pembersih ingus.

Ada kisah seorang pembuat rumah yang frustasi karena lemarinya penuh dengan makanan basi akibat pembungkus makanan tidak bisa tetap tertutup. Blar ! Lahirlah Quick Seals – segel penutup bungkus makanan.

Ada kisah seorang tukang kayu merasa lelah karena hampir kehilangan jari saat ia memotong donat. Blar ! Lahirlah Bagel Guillotine – pemotong donat.

Ada Howard Schultz yang melihat di hampir setiap sudut Italia ada bar kopi. Blar ! lahirlah Starbucks.

dan kisah-kisah menarik lainnya dimana semuanya mampu menghasilkan penghasilan jutaan dolar bagi sang pencetus ide tersebut meskipun awalnya mereka tidak memiliki sumber daya dan sumber dana. Kuncinya adalah mereka semua punya ide besar dan kemauan untuk mewujudkannya.

Sekali lagi… ide besar dan kemauan untuk mewujudkannya alias eksekusi… itu kuncinya.

Selain itu, banyak dech pelajaran inspiratif dari buku ini. Di jamin dech.

So, baca bukunya… kalo gak ada. Cari… Kalo gak nemu, bisa pinjam ke saya… Ha ha ha…

Terakhir, yang menarik menurut saya tentang buku ini adalah salah satu pemujinya adalah Donald J. Trump (Presiden Amerika saat ini). Pujian ini tertuang di halaman belakang buku dengan redaksi sbb:

“Donny Deutsch tahu cara berpikir besar, dan bukunya ini menjadi panduan hebat bagi mereka yang ingin menjadi wirausaha sukses. The Big Idea merupakan kombinasi antara nasihat yang manjur dan inspirasi dalam dosis besar. Saya kenal Donny dan dia benar-benar seorang pemenang!”

Uniknya, saat ini dia Amrik sana masih hangat “perseteruan” Donny dan Trump. Terlihat di wawancara maupun talkshow yang melibatkan Donny. Bahkan dalam wawancaranya Donny menyampaikan bahwa “Trump is much worse than stupid and crazy. Trump is an evil Man.” Saya kurang tahu akar permasalahannya. Sepertinya terkait dengan “shutdown”. Dan yang jelas pada 25 Pebruari 2013 dia mendekalarasikan diri sebagai anggota Partai Demokrat, seteru Partai Republik yang mengusung Trump di adalah satu sesi talkshownya. Ha ha ha…

Dan paling akhir… ha ha ha…

Tantangan #sabtubelajar dengan mereview buku ini merupakan inovasi mas Rezky di ajang #30DWC Jilid 11, sesuatu yang tidak saya dapatkan di Jilid 10 yang lalu.

Ide kecil ini menarik, setidaknya bisa memperkaya dunia literasi kita. Saya yakin suatu saat akan lebih mewabah lagi melalui WIFI-nya sebagaimana wabah Dilan. Kisah Dilan yang berawal dari “ide kecil ” Pidi Baiq berdasarkan memori saat mudanya dulu ( Prediksi saya, film ini akan melampaui jumlah penontonnya The Warkop Reborn Part 1 yang tembus 6 juta penonton di 2016 yang lalu. Lebih dari 10 juta bukan sesuatu yang mustahil sepertinya).

Apa tadi kata kuncinya… ide besar dan eksekusi

Selamat malam…

#SabtuBelajar #ReviewBuku30DWC #pejuangDWC

Note : Bukan resensi buku beneran dan bukan peresensi buku beneran. Hanya asal-asalan… setidaknya bisa ikut berpartisipasi dalam kuis yang di gagas Mas @rezky_passionwriter … ha ha ha..

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: