CASANOVA dari Negeri Meksiko

***
Seratus tiga puluh lima juta
Penduduk Indonesia
Terdiri dari banyak suku-bangsa
Itulah Indonesia

Ada Sunda, ada Jawa
Aceh, Padang, Batak
Dan banyak lagi yang lainnya

Seratus tiga puluh lima juta
Penduduk Indonesia
Terdiri dari banyak suku-bangsa
Itulah Indonesia

Janganlah saling menghina
Satu suku-bangsa dengan lainnya
Karena kita satu bangsa
Dan satu bahasa Indonesia

Bhinneka Tunggal Ika
Lambang negara kita Indonesia
Walaupun bermacam-macam aliran
Tetapi satu tujuan

Seratus tiga puluh lima juta
Penduduk Indonesia
Terdiri dari banyak suku-bangsa
Itulah Indonesia

Betawinya, Makassarnya
Bugis, Ambon, Dayak
Dan banyak lagi yang lainnya

Seratus tiga puluh lima juta
Penduduk Indonesia
Terdiri dari banyak suku-bangsa
Itulah Indonesia

***
Tahukah kamu lirik siapa lagu diatas?

Ya… lagu Rhoma Irama Bersama Soneta Grupnya tersebut menjadi unggulan album volume 6 ketika dirilis tahun 1976.

Sudah lahir belum waktu itu? He he he

Uniknya lagu tersebut meskipun berjudul 135.000.000, ternyata setiap tahunnya berganti judul menyesuaikan jumlah penduduk Indonesia pada tahun tersebut.

Tahukah kamu berapa penduduk Indonesia sekarang?

Rilis terakhir BPS tahun 2016 yang lalu menyebutkan bahwa tahun 2015 jumlah penduduk Indonesia mencapai angka 350 juta. Tentu sekarang lebih dari jumlah tersebut.

Lalu, berapakah jumlah penduduk dunia?

Menurut rilis United Nations pada tahun 2015 menyebutkan angka sebanyak 7,3 milyar dan dirpoyeksikan akan mencapai 8,5 milyar pada tahun 2030.

Jumlah penduduk sebanyak itu mau dipenuhi kebutuhan pangannya dari mana? Padahal di satu sisi konversi lahan pertanian ke non pertanian semakin meningkat dari tahun ke tahunnya.

Belum lagi kerusakan lingkungan yang terus terjadi akibat ledakan populasi tersebut khususnya mengenai sampah. Dan untuk mengatasinya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu upaya yang sangat keras dan kerja yang visioner.

Lalu, apa yang bisa dilakukan?

***

Ada sebuah contoh nyata yang diberikan kepada kita jauh di belahan bumi yang lain tepatnya di Yucatan, Meksiko. Seorang sosok perempuan inspiratif.

“Maritza Moralez Casanova”

Itulah nama lengkapnya. Sudah 20 tahun terakhir dia memutuskan untuk menjadi seorang environmentalist. Dan tahukah kamu usia berapakah dia memulainya?

SEPULUH TAHUN – 10 tahun…. Sudah bisa apakah kita waktu seusia tersebut? Yang jelas bukan asyik nonton DILAN ya … hahaha…

Dia merintis organisasi lingkungan bernama HUNAB (Humanity United to Nature in Harmony for Beauty, Welfare and Godness).
Semua berawal dari pertanyaan mendasarnya? Bahwa seseorang yang mempunyai cita-cita waktu kecil pasti memerlukan sarana dan latihan untuk menjadi seorang ahli.

Untuk menjadi seorang pemain baseball,mereka perlu latihan dan mengikuti kelas baseball. Untuk menjadi seorang pianist, mereka perlu latihan dan mengikutinya di kelas musik. Bagi kita yang ingin menjadi seorang penulis maka perlu latihan dan pembiasaan dan memerlukan sarana seperti #30DWC.

Lalu, untuk menjadi seorang environmentalist, latihan di mana dan dengan siapa? Waktu itu dia menyadari tidak ada tempatnya. Oleh karenanya, pada tahun 1995 ketika usianya baru 10 tahun, dia memutuskan untuk memulai melakukan seuatu untuk menolong “Grandmother Earth”. Setiap pulang sekolah dia mengundang teman-teman sebayanya untuk mengajarnya mengenai isu-isu lingkungan. Mereka berkeinginan untuk melindungi tanaman, hewan dan juga manusia. Dan satu yang terpenting, yaitu memimpikan untuk menyebarkan pergerakan terhadap kepedulian lingkungan tersebut ke seluruh penjuru dunia.

Berbeda dengan environmentalist lainnya, dia mempunyai sudut pandang sendiri. Menurutnya permasalahan lingkungan itu bukan berupa polusi, kepunahan spesies, illegal logging atau bahkan global warming. Namun menurutnya, permasalahan lingkungan yang paling buruk adalah “THE LACK OF EDUCATION”. Dia memandang bahwa ketiadaan Pendidikan menjadi akar dari semua masalah.

Namun, yang membuat mereka (grup kecil tersebut) tertantang adalah ketiadaan kepercayaan/kredibilitas dikarenakan usia mereka yang masih kanak-kanak. Dan itu berhasil dilaluinya hingga 20 tahun kemudian. Dibuktikannya.

Kini mereka berfokus di Pendidikan sebagai elemen utama dalam memberikan solusi untuk permasalahan lingkungan. Sebab pendidikan merupakan proses berkelanjutan dimana setiap orang akan mendapatkan pengetahuan, kesadaran dan keahlian untuk mengambil sebuah keputusan.

Menjawab keresahan teresebut, di tahun 2006 mereka membuat sebuah lembaga non profit dimana berfokus metode mengajar yang menyenangkan khususnya kepada anak-anak .

Selengkapnya, simak dech videonya. Keren dah pokoknya… Saya sekedar memancing… selebihnya keputusan ada di tangan kamu semua… ha ha ha… (lagi-lagi karena terbatas dengan tenggat deadline… Dasar manusia DEADLINE… hi hi hi…)

Ini linknya : Maritza Morales Casanova: The New Noah’s Ark | Nat Geo Live (https://www.youtube.com/watch?v=beF535BrbXA) dan Her “Classroom” is an Environmental Theme Park | Best Job Ever (https://www.youtube.com/watch?v=Pu_q-J3ztRA )

Satu quote yang saya peroleh darinya adalah “Children show us

everyday the best language to teach”

So, bagi kamu yang masih jomblo….

Jangan pacaran melulu…. Berat.
Mending segera nikah aja… (cetak generasi-generasi visioner untuk negeri ini)

Ha ha ha.. sorry ya Dilan….

***
Selamat malam menjelang dini hari…

– Kendal, 31 Januari 2018

#30dayswritingchallenge #30DWC #30DWCjilid11 #squad8 #day10

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: