Kostarika: Negeri Kecil dengan Visi yang Besar

Pernahkah kamu terjebak dalam sebuah kemacetan? Apa yang kamu rasakan? Gerah, bunyi klakson saling bersahutan dan hal lainnya yang saya yakin kamu sendiri merasakannya.

Pernahkah kamu ketika sedang di barisan terdepan sebuah pemberhentian lampu merah, ketika lampu hijau akan menyala, bunyi bel yang begitu berisik dari belakang mengganggu kita supaya cepat melaju. Padahal, kitapun sudah bersiap melakukannya. Khan lampu sudah hijau?

Itulah wujud keseharian yang saya rasakan manakala melakukan sebuah perjalanan, terutama di kota-kota besar. Semuanya seakan serba ingin cepat. Saling mendahului.

Tapi, tahukah anda apa penyebab “degradasi mental” tersebut? (istilah saya, pen).

Dari sebuah hasil riset diketahui  bahwa  karbondioksida yang dikeluarkan dari asap kendaraan dapat menimbulkan gangguan kesehatan apabila kita menghirupnya. Tidak hanya itu. Dalam sebuah studi yang dilakukan di Universitas California Selatan yang dilakukan terhadap 7.500 wanita dari 22 negara bagian Amerika Serikat dapat diketahui bahwa dampak dari menghirup gas buang kendaraan bermotor dapat menyebabkan gangguan kesehatan otak dimana mempengaruhi kapasitas mental, intelegensi dan stabilisasi emosi.

Nah loh !

Masih tidak percaya?

Hasil penelitian di beberapa kota  seperti Beijing, New York dan Boston menunjukkan bahwa anak-anak yang tumbuh di daerah  yang memiliki kandungan karbondioksida yang tinggi ternyata memiliki tingkat intelegensia yang rendah dimana mereka mengalami depresi, kecemasan dan kesulitan konsentrasi dibandingkan dengan anak-anak yang memiliki kandungan karbon yang rendah.

Termasukkah kita?

Menurutmu berbahayakah?

Kemudian, apa yang harus kita lakukan?

***

Dalam tulisan ini saya akan membahas sebuah negeri kecil di tengah-tengah benua Amerika. Negara berkembang seperti negeri kita. Penduduknya hanya sekitar 5 juta jiwa. Kostarika namanya.

Negeri ini termasuk special dalam benak saya. Inspiratif.

Semuanya berawal dari terbangunnya saya di tengah malam dan karena masih mengantuk, saya coba menyalakan televisi. Perhatian saya terpaku pada acara yang ditayangkan TVRI saat itu yang menayangkan kembali acara Innovator Deutsche Welle (DW) TV tentang Earth University yang ada di Kostarika. Selengkapnya, simak sendiri tentang Earth Univeristy. Silahkan browsing di youtube. 😊  Menarik menurut saya karena saya orang yang berkecimpung di dunia pertanian. Gak tau kalau kamu? He he he. (Atau insyaallah akan saya buat tulisan tersendiri dech, he he he…)

Yang juga menarik dari negeri ini, karena saya suka sepakbola, adalah meskipun negeri kecil ini tidak seterkenal seperti Spanyol, Italia ataupun Inggris, mereka termasuk negara yang lolos ke putaran final piala dunia tahun ini di Rusia, menyingkirkan Amerika Serikat, di zonanya. Itupun melalui pertandingan yang dramatis.

Dan ternyata tidak kali ini saja mereka lolos ke Piala Dunia. Tercatat, mereka mereka pernah mengecapnya di tahun  1990, 2002, 2006, dan 2014. Bahkan prestasi terbaiknya adalah menembus perempat final pada piala dunia 2014 di Brazil.

Dan tahukah kamu, dalam rilis World Happiness Report 2017 (Laporan Kebahagiaan Dunia 2017) yang dipublikasikan oleh Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) mereka menempati  rangking ke 12.

Rahasianya apa ya?

***

Kembali ke masalah polusi udara akibat gas buang kendaraan bermotor…

Mereka memiliki masalah dengan konsumsi energi minyak yang hampir mencapai 70 %dari seluruh konsumsi energinya. Hal itu dikarenakan sistem transportasi mereka sepenuhnya tergantung pada bahan bakar fosil seperti kita.

Sebuah parakdoks mengingat mereka adalah negara yang hampir 100 % listriknya berasal dari sumber daya yang terbarukan (tenaga air, panas bumi, angin, solar dan biomassa). Bahkan tahun lalu mereka pernah 299 hari tidak menggunakan bahan bakar fosil apapun untuk memproduksi listriknya. Kereen…

Itu dapat saya ketahui dari paparan Monica Araya dalam Forum TED Summit yang diposting pada Agustus 2016 silam.

Namun… ada optimisme di sana. Ada visi dan cita-cita besar yang ingin mereka capai. Nampak dari sorot tajam mata Monica  Araya ketika melakukan paparannya. Seorang advokat yang peduli dengan lingkungan.

Ya… paparannya begitu menginspirasi saya. Selengkapnya silahkan simak ya… “Negara kecil dengan ide besar untuk meniadakan bahan bakar fosil

Mau menuliskannya sebenarnya… namun karena sudah mendekati deadline ya sudah…. He he he… (Percaya sama saya dech… akan lebih meresapi paparannya ketika melihat videonya daripada membaca tulisan saya yang “ngalor-ngidul” karena di kejar deadline, he he he…)

But,,,

Satu quote menarik dari Monica Araya adalah…”Karena kami ingin memberdayakan dan menginspirasi masyarakat”

***

Akhirnya, bukannya membandingkan. Namun marilah kita belajar dari mereka.

Karena menurut saya proses belajar itu tidak terbatas di ruang-ruang kelas. Belajarlah kapapun, dimanapun dan dari siapa saja.

Semoga kita juga menjadi bagian dari orang-orang yang bisa menginsipirasi…

Selamat malam…

 

– Kendal,30 Januari 2018

#30dayswritingchallenge #30DWC #30DWCjilid11 #squad8 #day09

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: