Simphoni Karya dalam Senyap dari Bumi Ciheras

Alhamdulillah, hari itu saya bisa mendengar  secara langsung “dongeng” dari sosok yang satu ini. Sebuah kesempatan langka. Sempat terjadi perubahan jadwal, sehingga banyak yang tidak berkesempatan secara langsung mendengarkan “dongengan” beliau. Sore itu di forum Festifal Saudagar Nusantara (FSN), Sentul International Convention Center (SICC) Sentul pada Akhir Oktober 2017.

Berbeda rasanya mendengar dan bertatap secara langsung daripada hanya dari rekaman audio/videonya. Ada ruh yang terasa didalamnya.

Beliau adalah founder Lentera Angin Bumi Nusantara dan creator mobil listrik SELO. Uda Ricky Elson. Salah satu sosok yang terlahir dari bumi Sumatera Barat, sebuah daerah yang banyak melahirkan sosok-sosok hebat seperti Buya Hamka, Bung Hatta, M. Natsir, Kyai Agus Salim dan yang lainnya.

Tema yang dibahas waktu itu adalah tentang bagaimana membangkitkan kembali semangat inovasi bangsa Indonesia.

Semuanya berawal mimpi masa kecil di Sumatera Barat. Bahwa permainan-permainan masa kecil kita mengajarkan sebuah inovasi dan karya, semuanya sudah diajarkan kepada kita semenjak kecil bahkan semacam nano technology sekalipun. Ada semacam DNA para creator didalamnya. Sebagai contoh adalah precision engineering dari permainan Suncak.

Namun, yang saya salut dari beliau adalah proses transformasi beliau. Perubahan untuk menjadi sesuatu yang lebih baik menurutnya. Proses dari seorang yang sudah pernah studi di Jepang, sebagai diaspora, namun akhirnya kembali ke tanah air tercinta untuk berkarya dalam senyap di beberapa titik negeri ini, khususnya di bumi Ciheras. Transformasi dari engineer mobil listrik yang sempat heboh ketika terjadi kecelakaan di Magetan dengan Pak Dahlan Iskan waktu itu menjadi seorang angoner, (meskipun proses engineering tetap dilakukan dengan segala keterbatasannya).

Yach, Angoner… penggembala domba di Ciheras beserta agribisnisnya. Sesuatu yang menohok langsung ke dalam hati saya sebagai seorang yang berkecimpung di dunia pertanian. Sungguh apa yang saya lakukan tidak ada apa-apanya.

Selengkapnya bisa browsing dengan nama beliau atau Lentera Angin Indonesia Ciheras. Semuanya akan  kita temukan lebih detail apa karya mereka. Link video KSN bisa disimak disini. Link Lentera Bumi Nusantara.

Tentu dengan pilihan yang beliau lakukan, ada saja orang yang tidak menyukainya. Tapi beliau terus berkarya dalam senyap merangkai simphoni karya di Bumi Ciheras.

***

Satu hal yang menyemangati saya sore itu adalah pesan inspiratif Souichiro Honda yang disampaikannya.

Atarashii koto wo yareba, kanazaru shikujiru

Jika kita mengerjakan hal baru, pasti terhambat, pasti gagal, pasti tersungkur

Hara ga tatsu                   

Dan pasti kita kesal.

Dan ingin menumpahkan kekesalan itu, tapi sesekali jangan dilampiaskan kemana-mana

Dakara, Neru jikan kuu jikan kezutte, nando mo nando mo yaru

Maka dari itu, kikis waktu tidurmu, kurangi waktu makanmu, berapa kalipun berapa kalipun, kerjakan hingga tuntas.

Dalam versi Sunda

“Kuru cileuh, kentel peujit”

Kurangi waktu tidurmu untuk ibadah, sering puasa untuk ibadah dan kurangi kesenangan makanmu untuk berhemat.

***

Tidak cukup hanya belajar dan berkarya. Kita perlu karya nyata untuk negeri ini – Ricky Elson

Terima Kasih Uda …

 

– Kendal, 23 Januari 2018 – 23.23

#30dayswritingchallenge #30DWC #30DWCjilid11 #squad8 #day02

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: