Kartu Tol Elektronik (2)

Saya berpikir keras waktu itu. Tanpa kartu tol, meskipun nekat masuk tentu akan menyebabkan kemacetan baru manakala saya harus melibatkan petugas untuk urusan kartu baik pembelian maupun isi ulang. Padahal antrian waktu itu tentunya mengular panjang dikarenakan akhir tahun. Hari-hari biasa saja sering macet karena antrian pembayaran tol, apalagi hari itu.

Belum lagi jalan sudah mulai tersendat sekitar 15 KM menuju pintu masuk tol.

Akhirnya, saya memutuskan untuk sedikit memutar balik dan mencari jalan alternatif. Tidak jadi melewati tol. Alhamdulillah, jalanan relatif lengang sehingga saya bisa melaju dengan nyaman.

Sambil melalui jalur alternatif, beberapa kali pula saya mencoba untuk mampir di alfa/indo yang menyediakan kartu ataupun isi ulang. Lagi-lagi jawabannya sama. Stok kartu kosong atau tidak bisa isi ulang dikarenakan sistem/jaringan sedang trouble.

Sesudah melewati Ungaran, saya putuskan untuk mencoba masuk ke jalan tol melalui pintu masuk Ungaran. Pertimbangan saya, karena dikejar waktu, pintu masuk tol Ungaran tidak seramai dari Semarang. Kemudian apabila saya perlu mengisi ulang di tol, tidak perlu mengakibatkan antrian panjang. Namun, sebelum masuk pintu tol, saya jumpai ada alfamart terakhir. Bismillah, saya coba kembali. Ini usaha terakhir. Pikir saya.

Alhamdulillah, ternyata transaksi isi ulang berhasil. Padahal kata teller tadi juga sempat trouble. Rejeki saya berarti.

Akhirnya, saya bisa melewati tol menuju Salatiga dengan lancar dan lebih cepat sampai Sragen. Dan alhamdulillah pula saya bisa sampai rumah kembali pas mahgrib, satu jam sebelum pelaksanaan akad nikah putri tetangga.

***

Itulah sekilas curhatan saya… 🙂 Namun, maksud dari tulisan saya ini adalah mencoba mengambil pelajaran ataupun sisi positif dari peristiwa yang saya alami tersebut.

Persiapan

Pelajaran pertama adalah pentingnya sebuah persiapan. Apapun jenis aktifitas yang akan kita lakukan. Barangkali kita adalah tipe deadliner, khususnya saya. Persiapan ini menjadi hal yang tidak bisa di anggap remeh sekecil apapun itu.

Dengan persiapan maka isnyaallah setiap aktifitas kita akan berjalan relatif lancar. Kalaupun ada kendala yang harus dihadapi, tentunya tidak menguras energi daripada tanpa melakukan persiapan sama sekali.

Ketenangan

Dengan bersikap tenang maka insyaallah kita dapat lebih jernih dalam mengambil sebuah keputusan. Tidak “grusa-grusu”. Lebih matang dalam eksekusinya. Pertimbangan-pertimbangan yang diambil lebih terarah dan tepat sasaran.

Jadi, apapun kendala atapun permasalan yang kita hadapi, bersikaplah tenang.

Kepasrahan

Setelah kita melakukan sebuah usaha atau ikhtiar, dengan persiapan yang baik dan menjalaninya dengan penuh ketenangan maka langkah yang paling akhir adalah pasrah. Kembalikan semuanya kepada Allah. Yang penting kita sudah berusaha sebaik mungkin. Tentang hasil, isnyaallah itu yang terbaik yang diberikan oleh Allah kepada kita.

Demikian sedikit ulasan dari saya, semoga bermanfaat.

 

– Kendal, 28122017

RealBattleforWritingJourney #03

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: