Generasi Penerus (1)

Alhamdulillah pagi-pagi dapat kabar gembira…. squad 7 ketambahan personil, debay nya Mbak Ardella. Barakallah… semoga menjadi anak sholeh. Meskipun sebenarnya sedih juga ketika teman seperjuangan di squad 7 ada beberapa yang harus dikeluarkan dari Empire. Semangat teman-teman…. (Mbak Ema, Mbak Ulfa, Mbak Wayne, Mbak Muhibbah, Mbak Hidayah, Mbak Roro, Mbak Vivi, Mbak Ardella,  Mas Dicky, mbak Iqrodatul dan Mbak Tami). Keep Writing… mbak Maria Ulfa aja terus semangat dan selalu “be the first” meskipun dalam kondisi red alarm, insya Allah kita juga bisa. Pengalaman mbak Ardella di jilid sebelumnya juga keren, bisa menyusul setelah kena DO padahal barusan 6 hari di rawat di RS. Tapi, semua kembali ke masing-masing. Saya hanya bisa berdoa semoga squad saya bisa utuh kembali. Khan masih ada 10 hari lagi dan rule nomor 4 menurut saya jelas banget, “fighter diperbolehkan masuk ke Empire setelah melakukan pelunasan hutang tulisan”. Lagian kita khan hanya diminta minimal 200 kata untuk non fiksi dan 150 kata untuk fiksi. Free writing ajalah, kata mas Rezky.

Namun, dimanapun itu, yuk kita tetap menulis, menulis karena lillah, sesuai pesan guardian kita, Mbak Ema.

Oiya, untuk mbak Tami, meskipun mbak Della juga seorang dokter, boleh tuch di prospek bukunya, setelah terbit nanti. Hehehe… Semoga bisa segera naik cetak dan laris manis…

***

Menyimak kisah mbak Ardella sampai kelahiran putranya, saya jadi ingin menuliskan pengalaman saya.

Mendambakan keturunan sebagai generasi penerus menjadi harapan dari setiap pasangan baru. Pun demikian dengan keluarga saya, bahkan kami dulu bercita-cita untuk memiliki anak banyak, 10 kata istri saya. Hahaha. Selain dalam Islam dianjurkan memiliki anak banyak saya meyakini ada banyak hikmah yang bisa kita peroleh dan dari pengalaman saya, salah satunya insya Allah akan saya tuangkan di judul tersendiri. Ditunggu ya… 🙂

Namun, sampai dua tahun pernikahan kami, ternyata belum juga diberikan keturunan oleh Allah. Sedih juga rasanya, tapi itu tidak membuat kami menyerah. Berbagai upaya kami lakukan. Toh kami masih masih belum seberapa. Masih banyak pasangan yang menunggu lebih dari itu belum diberikan karunia.

Ternyata setelah saya periksakan ke dokter spesialis kandungan dan di observasi, ada kista di rahim istri saya. Alhamdulillah masih kecil, kalau tidak salah diameternya masih kurang dari 0.5 cm sehingga tidak diperlukan tindakan lebih lanjut. Cukup mengkonsumsi obat yang diresepkan oleh dokter. Cycloproginova namanya, kalau tidak keliru. Alhamdulillah setelah mengkonsumsi obat tersebut selama kurang lebih dua bulan, kabar gembira itupun sampai di telinga, istri saya hamil. Betapa bahagianya kami.

Hari demi hari, proses kedatangan anggota keluarga baru kami lalui dengan gembira hingga suatu malam (sekitar usia kandungan 3 bulan), ketika istri hendak ke kamar mandi ternyata ada yang aneh. Darah segar banyak keluar dari rahim istri. Ketika saya bopong ke kamar mandi, darah terus berjatuhan membasahi lantai. Kamipun panik. Maklum, baru pengalaman pertama dan sama-sama tidak memiliki pengetahuan yang memadai. Akhirnya istri mencoba menghubungi temannya yang perawat dan disarankan segera dibawa ke rumah sakit. Setelah membersihkan noda darah, saya membawa istri ke rumah sakit. Ya Allah kuatkanlah.

Sesampai di rumah sakit dan observasi oleh pihak RS, disarankan untuk di “kiret”. Namun, entah kenapa waktu itu saya punya keyakinan lain. Saya tidak setuju untuk langsung di kiret. Saya mau mencoba mencari second opinion. Istri langsung saya bawa pulang dalam kondisi lemas dan langsung saya bawa ke Malang, ke dokter spesialis kandungan yang mengobservasi istri saya dulu ketika ada kista. Perjalanan selama kurang lebih 3 jam terasa begitu lama. Sesampainya disana langsung dicek dan ternyata ada sebuah keajaiban. Subhanallah. Allahuakbar. Kata dokter, janinnya masih bisa diselamatkan. Alhamdulillah. Istri kemudian diberikan obat penguat kandungan. Kami merasa lega waktu itu. Calon bayi yang dinanti ternyata masih bisa dipertahankan.

Sampailah pada suatu hari ketika kandungan istri memasuki usia 7 bulan. Ketubannya pecah. Belajar dari pengalaman yang sebelumnya, istri saya bawa ke RSIA terdekat. Kata dokter ketubannya sudah mau habis. Harus di pacu katanya. Kalau tidak salah istilahnya, di drip. Apabila di drip ternyata belum keluar bayinya, maka tindakan operasi cesar harus dilakukan. Pikiran saya waktu itu langsung kalut. Cesar? Biayanya dari mana, padahal waktu itu saya hanya sebagai penjaga warnet dengan penghasilan tidak seberapa. Saya hanya bisa berdoa, berdoa dan berdoa. Mohon kepada Allah yang terbaik.

Istri kemudian mulai di drip, dimasukkan cairan khusus di selang infusnya sebagai pemacu. Sekitar jam 2 siang seingat saya waktu itu. Yang saya syukuri, saya diperbolehkan menemani istri selama proses tersebut. Saya bisa menemani dan menyemangatinya secara langsung. Detik demi detik berlalu, jam demi jam terlewati. Sudah malam tapi belum ada progress positif. Ya Allah, kami mohon pertolongan-Mu. Saya berdzikir sebisa saya. Yang membuat kami, khususnya saya begitu gelisah karena ibu dokter menyampaikan bahwa apabila sampai jam 12 malam tidak ada kemajuan maka tindakan cesar akan segera dilaksanakan.

Hingga kurang lebih sembilan jam yang dilewati, sekitar pukul sepuluhan ternyata ada kabar menggembirakan dari perawat. Sudah ada bukaan dua. Alhamdulillah. Doa saya dikabulkan oleh Allah. Dan akhirnya si mungil terlahir ke dunia sekitar pukul 10.45. Laki-laki. Mungil sekali, beratnya sekitar 2 kg karena usia kandungan baru masuk bulan ketujuh. Yang menguatkan saya, katanya kalau usia 7 bulan bayinya sudah “matang” daripada usia kehamilan 8 bulan.

Akhirnya si bayi dibawa ke ruang neonatus… (bersambung)

– Kendal, 15122017

#30DWC_Jilid10_Squad7_Day20

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: