Tree Lines dan Lahan Kosong

Apakah itu “tree lines”? Merupakan garis ketinggian dimana pohon sudah tidak bisa lagi tumbuh. Sebagai contoh adalah daerah Aspen dan sekitarnya di Colorado, Amerika Serikat. Daerah yang memiliki ketinggian ekstrem dimana udara tipis, oksigen tipis dan udara yang sangat kering. Biar lebih ilmiah sedikit, coba saya kutip pengertian dari wikipedia ya. 🙂

The tree line is the edge of the habitat at which trees are capable of growing. It is found at high elevations and in frigid environments. Beyond the tree linetrees cannot tolerate the environmental conditions (usually cold temperatures or lack of moisture)

Lalu apa yang perlu kita cermati dari istilah tersebut? Ya, ternyata tidak semua tanaman bisa tumbuh dengan baik. Tergantung lokasi dan ketinggian daerahnya. Bahkan menurut paparan Silverius Oscar Unggul (Telapak) di forum TEDx Jakarta sekitar tiga tahun yang lalu, disampaikan bahwa di Swedia pohon yang bisa di panen dengan umur 80 tahun ternyata besarnya sama dengan tanaman yang berumur 7 tahun di Indonesia. Coba bayangkan perbedaannya. Saya tidak akan membahas tentang nilai ekonominya apabila dikelola dengan baik, namun sungguh kita perlu bersyukur diberikan oleh Allah dengan nikmat alam tinggal di daerah khatulistiwa.

Lahan Kosong

Pengundulan hutan saat ini masif terjadi di negara kita. Disisi lain banyak tanah-tanah sawah yang ditimbun untuk dijadikan perumahan dan kapling. Di Jawa Tengah saja, berdasarkan data yang saya peroleh dari surat kabar Suara Merdeka terjadi alih fungsi lahan pertanian yang sangat tinggi, bahkan dari 2015 sampai sekarang lahan yang berubah fungsinya tersebut mencapai 1.193,96 Ha. Belum Indonesia secara keseluruhan. Dan sebagiannya dalam bentuk tanah kapling.

Dari pengamatan saya, banyak tanah kapling yang tidak dimanfaatkan dan tumbuh perdu yang sangat lebat terutama di musim penghujan seperti sekarang ini.

Secara estetika tentunya mengganggu pemandangan dan secara keamanan juga bisa membahayakan karena bisa dijadikan sarang hewan yang berbisa. Oleh karena itu, yuks bagi kita yang memiliki lahan dan belum ditanami, kita tanami lahan tersebut. Bukankah dalam Islam kita dilarang untuk menelantarkan lahan yang kita punya?

Kebetulan saya memiliki sedikit lahan kapling dan alhamdulillah sudah saya tanami dengan Jati Solomon. Sebentar lagi sudah genap berumur dua tahun. Setidaknya dengan beberapa pohon tersebut saya sudah turut serta menyumbang kebutuhan oksigen bagi warga di sekitarnya. Sebagai informasi, satu pohon dewasa rata-rata bisa menyerap karbondioksida sebesar 48 pon per tahun dan melepaskan kembali oksigen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan oksigen sebanyak dua orang – 1/2 kg/hari/pohon (Arbor Foundation). Belum lagi manfaat lainnya seperti menyerap panas 8 x lebih banyak, mencegah banjir dan lain sebagainya. Berbagi khan tidak perlu kasat mata dan nominal uang khan?

Jati ini diameternya sudah lumayan besar dan saya tanami anggrek dibatangnya sebagai penyedap mata … Eits, ada kupu-kupunya juga  🙂

Salah satu bentuk kesyukuran kita adalah dengan menanaminya.

Lalu, bagaimana bagi yang tidak memiliki lahan namun ingin turut memberikan kontribusinya? Saat ini banyak model atau sistem yang mengakomodasi bagi orang yang ingin berinvestasi di sektor terkait tanaman namun tidak memiliki lahan. Salah satunya adalah i – grow yang dibesut oleh anak-anak muda di iGrow Resources Indonesia. Didalamnya kita bisa berinvestasi dengan memilih pohon yang akan ditanam, diberikan laporan perkembangannya sampai panen sekaligus bagi hasilnya berikut simulasinya. Tentu ada sistem yang lain yang sejenis. Kita tinggal pilih. Hanya saja, saran saya, tujuan kita janganlah investasi semata, namun juga turut serta menyumbang oksigen, menyejahterakan petani dan menanami lahan yang kosong. Insyaallah tambah berkah hidup kita.

Finally

Yuks, kita senantiasa menjadi hamba yang bersyukur sebagaimana sebagaimana termaktub dalam QS Ibrahim : 7.

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

*tulisan ini sebagai penebus dosa saya setelah menulis asal di day kemarin. Sedikit banyak sudah menyinggung investasi. 🙂

– Kendal, 14122017

#30DWC_Jilid10_Squad7_Day19

Advertisements

One thought on “Tree Lines dan Lahan Kosong

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: