Saya sedang tak Ingin…

Saya sedang tidak ingin membicarakan seorang persona yang namanya sedang trending topic di dunia maya.

Namun, semua nampak nyata bahwa apa yang saat ini sedang dipertontonkan kepada kita adalah sebuah bentuk penjajahan baru akibat kebebalan dari seorang pemimpin negara yang katanya adi kuasa namun sebenarnya tidak punya kuasa karena rakyatnya sendiri banyak yang nelangsa, tertipu dengan kebijakan-kebijakan yang tanpa makna. Hanya sekadar retorika. Proses pemilihan yang dilaluinya pun penuh cela dan noda. Affair dengan “si dia”, katanya.

Saya sedang tidak ingin membahas tentang apa yang sedang terjadi di Palestina, karena saya hanyalah orang biasa. Sudah banyak pengamat Timur Tengah yang membahas konstelasinya baik di layar kaca maupun di dunia maya. Pun saya bukan orang yang pernah pergi ke sana, apalagi menempuh studi di sana.

Namun, fakta telah nampak nyata. Sang penjajah telah dengan pongahnya memamerkan kuasanya. Namun ada yang terlupa di benak mereka, bahwa tak ada peradaban yang abadi selamanya. Semua akan dipergilirkan untuk memimpin pada saatnya. Dan mereka akan digilas oleh masa.

Saya sedang tidak ingin nyinyir pada orang yang mencela, karena saya hanyalah rakyat jelata yang tak pandai bersilat kata.

Namun, Bung Karno telah berkata, bahwa semua negara yang hadir di Konferensi Asia Afrika (KAA) harus merdeka. Setelah terakhir Afrika Selatan merdeka, kini tinggal Palestina yang berusaha meraih asa. Pun manusia dari berbagai bangsa di seluruh belahan dunia, menyuarakan kepeduliannya.

Kenapa kita tidak turut mendukungnya, padahal mereka adalah termasuk negara di barisan pertama yang mendukung kemerdekaan kita?

***

Saya hanyalah rakyat biasa yang bersyukur bisa turut serta menyuarakan kegelisahan jiwa meskipun hanya dengan pena dan kata. Kegelisahan melihat saudaranya yang sedang di dzolimi dan di siksa oleh penjajah durjana. Namun, mereka tetap tegar menghadapi penjajahan yang menerpa, karena mereka kaya akan jiwa.

Saya hanyalah ayah biasa yang berusaha mengajarkan pelajaran hidup bagi anaknya, agar empati dapat tumbuh bersemi dihatinya ketika melihat kondisi saudaranya di Palestina. Longmarch, kepanasan dan kehujanan itu tak seberapa dibanding dengan saudaramu nun jauh di sana.

Melihat bentangan bendera Indonesia memanjang kurang lebih 1,5 km dan kibaran bendera Indonesia dan Palestina menumbuhkan rasa. Meninggalkan kesan dibenaknya.

Tatapan mata beningnya yang melihat orang yang ada disekitarnya, tua atau muda, miskin atau kaya,  semoga meninggalkan makna dan ingatan yang tak terlupa dengan saudara-saudara seimannya.

Hingga 3 hari dari aksi yang sederhana, kesan itu terus terasa, seiring nasyid yang didengar dan disenandungkan sebagai pengantar tidurnya tadi malam.

Saat langit berwarna merah saga dan kerikil perkasa berlarian

meluncur laksana puluhan peluru terbang bersama teriakan takbir…

***

Saudaraku, kami hanya bisa berdoa dan berdonasi seadanya. Namun, kami tahu dan yakin sepenuhnya bahwa kalian adalah golongan gagah perkasa yang telah berkorban harta dan jiwa. Semoga kemerdekaan hakiki kalian peroleh dari penjajah durjana.

– Kendal, 11122017

#30DWC_Jilid10_Squad7_Day16

#Challenge_squad6_penjajahan

Advertisements

2 thoughts on “Saya sedang tak Ingin…

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: