Sedot WC Alami

Pernahkan anda melihat tempelan iklan sedot WC bertebaran dimana-mana? Kebetulan saya tinggal di lingkungan perumahan dan saya amati hampir setiap tiang listrik terdapat iklan dengan bertuliskan huruf besar “SEDOT WC”. Saya pikir tebaran iklan ini tidak hanya di perumahan saya namun juga akan ditempelkan oleh pemasang iklan di berbagai tempat strategis lainnya khususnya perumahan. Mereka melihat peluang dengan jeli karena biasanya permasalahan WC mampet menjadi salah satu pemicu timbulnya konflik dengan tetangga dikarenakan bau yang ditimbulkannya apabila tidak segera ditangani.

Tapi, tahukah anda? Limbah septitank dari penyedia jasa sedot WC itu dibuang? Ternyata dari informasi yang saya peroleh, mereka kebanyakan tidak memiliki mengolah limbah tersebut namun akan membuangnya langsung ke sungai yang mana akan menimbulkan permasalahan lingkungan lainnya. Tentu hal ini menjadi tantangan bagi pemerintah  khususnya yang bergerak di bidang lingkungan.

Namun menurut hemat saya, kita tidaklah perlu terlalu mengandalkan pemerintah. Memang  tugas mereka adalah menangani berbagai permasalahan yang timbul di daerahnya melalui dinas-dinas terkait. Hanya saja, tidak semua permasalahan menjadi concern mereka, apapun kendala dan alasan yang disampaikannya. Lebih baik, kita sebagai masyarakat berusaha menyelesaikan permasalahan secara mandiri apabila itu dapat kita lakukan sendiri. Menurut saya itu jauh lebih baik dan bisa bernilai amal ibadah tersendiri.

Alhamdulillah, di rumah yang sudah saya tinggali semenjak 2008 atau hampir 10 tahun terakhir ini belum pernah sekalipun memanggil sedot WC. Padahal, dengan anggota keluarga saya empat orang (meskipun setengah tahun terakhir ini hanya tiga orang dikarenakan anak saya yang sulung tinggal di pondok), tentunya limbah BAB yang dihasilkan tidaklah sedikit. Menurut hasil salah satu studi yang pernah dilakukan, volume limbah toilet yang dihasilkan rata-ratanya adalah 13 gram per hari. Artinya, dalam sehari keluarga saya selama ini menghasilkan kurang lebih 0,5 kg limbah toilet per harinya. Apabila dikalikan 365 hari  dengan waktu sepuluh tahun terakhir maka akan dihasilkan kurang lebih 1.825 kg atau setara dengan 1,83 ton. Banyak bukan?

Dikemanakan limbahnya kalau tidak di sedot? Padahal tetangga saya bahkan ada yang baru 2 tahun sudah harus memanggil tukang sedot WC kembali. Rahasianya adalah saya menggunakan sedot WC alami. Apa itu? Saya menggunakan tentara alami yang sudah disediakan oleh Allah selama ini. Mikroorganisme (MOL) yang ada disekitar kita bisa digunakan untuk membantu proses penguraiannya. Sebenarnya cairan untuk pembuatan MOL bisa dibuat sendiri (caranya bertebaran di internet) namun saya memakai yang sudah jadi. Banyak toko bangunan yang menjualnya, biasanya berupa serbuk. Ikuti saja cara pemakaian yang terdapat di kardus pembungkusnya. Kalau dari pengalaman teman saya, beliau membuat sendiri  dari limbah yang ada di sekitarnya, dengan aplikasi satu liter per bulan setiap jam 9 pagi terbukti efektif menurunkan volume septitank sebesar 50 % beberapa waktu kemudian. Pengalaman teman saya yang lain, beliau sampai berumur saat ini sekitar 40 tahun, belum pernah sekalipun WC yang  ada dirumahnya bampet kemudian harus di sedot.

Mudah bukan? Barangkali pengalaman secuil ini bisa bermanfaat dan dapat ditularkan kepada teman yang lain. Semoga, meskipun kecil, apa yang kita lakukan sudah dapat mengurangi beban pemerintah dan kitapun bisa berkontribusi dalam kepedulian terhadap lingkungan.

– Kendal, 03122017

#30WDC_Jilid10_Squad7_Day8

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: