Antara kulit dan Isi

Masih ingatkah anda dengan Susan Boyle? Bagi yang belum mengetahui, dia adalah salah satu peserta Britain’s Got Tallent di salah satu program stasiun televisi tahun 2009 silam. Waktu itu usianya sudah menginjak 49 tahun. Sudah terlalu tua bagi ajang yang biasanya menjadi sarana para muda untuk mencari eksistensi diri.  Pada mulanya, ketika pertama kali naik ke atas panggung, hampir semua penonton yang ada saat itu mencibir dan menghina Susan termasuk segenap dewan juri, terkhusus Simon Philip Cowell, seorang juri yang terkenal paling sinis di dunia . Secara penampilan fisiknya saja orang akan memberikan ekapektasi negatif. Sudah tua, wajah yang kurang menarik, bertubuh gemuk dengan kulit yang sudah keriput. Namun, ketika dia sudah menyanyi ternyata kemerduan suaranya menghipnotis seluruh pemirsa yang hadir saat itu. Bahkan tekhnik bernyanyinyapun tidak asal. Sontak seluruh pemirsa terdiam dan di akhir penampilannya, Susan mendapatkan standing ovation dari seluruh penonton termasuk juga Simon. Konon, belum sehari dia tampil di panggung itu, video di youtubenya setidaknya sudah dilihat oleh 6 juta pemirsa dari seluruh dunia. Bahkan terakhir saya cek, videonya telah dilihat oleh 219.094.826 pemirsa.

Ada kisah lain dimana seorang yang tengah menyampaikan presentasinya, pada mulanya ketika melihat slide yang dipaparkannya, orang berekspektasi buruk tentangnya. Sajian slidenya, menurut para ahli desain, sudah tidak memenuhi kaidah presentasi yang bagus. Tidak eye  catching. Dari tampilan slidenya saja sudah tidak menarik, apalagi penyajian dan isinya. Sang presenter  yang saat itu memang dihadapkan keterbatasan waktu dan tempat, hanya sekedar mencuplik dari internet namun dirasa esensinya sama dengan apa yang akan dia paparkan.  Ternyata, penyajiannya runtut dan ulasannya mendalam. Menunjukkan kapasitas keilmuannya.

Satu lagi pelajaran yang saya temui dalam perjalanan kemarin. Dalam kondisi jalanan yang menurun, seorang yang sudah paruh baya, seorang ibu, tengah terengah-engah menahan gerobak yang tengah di bawanya. Ya, gerobak yang penuh muatan sampah karena ternyata beliau adalah orang petugas kebersihan. Peluh memenuhi dahi. Sebagai petugas yang mengurusi sampah, tentu penampilannya kotor yang membuat orang yang memandangnya saja sudah risih, bahkan tidak memperdulikannya. Ternyata dibelakangnya, mengikuti seorang ibu yang lebih tua usianya. Rekan kerjanya. Juga menahan lelah dan terurai peluh diwajahnya. Barangkali sebagain kita akan memandang remeh peran kedua ibu tersebut. Namun di mata saya, mereka adalah pahlawan yang sudah ikut memberikan kontribusi dalam mengelola salah satu permasalahan yang dihadapi oleh hampir semua penjuru bagian bumi ini dimana manusia beraktifas.

Berkembalikan dengan tiga kisah diatas, banyak kita temui orang yang terlihat wah secara kasat mata, namun kosong secara esensi. Banyak even-even yang kelihatan glamour dengan menghabiskan banyak dana namun kosong akan makna. Banyak orang yang banyak bicara di media kaca dengan gagahnya, namun nir etika. Kita tertipu dengan bungkusnya.

Dari pelajaran diatas, tepatlah kiranya ungkapan don’t judge by it’s cover. Jangalah kita terburu-buru dalam mengambil kesimpulan hanya dari melihat dari tampilan luarnya saja. Era media sosial seperti ini, orang bisa saja membranding diri dengan secanggihnya, namun apabila tidak diimbangi dengan kapasitas diri maka ketenaran itu hanya sementara saja. Orang akan segera melupakannya. So, mari kita bercermin diri untuk selalu tidak gegabah dalam menilai sesuatu dari kulitnya saja. Mengapa? Karena kulit seringkali tidak mewakili rasa dan kualitas dari isinya.

– Kendal, 01122017

#30WDC_Jilid10_Squad7_Day06

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: