MENOLAK MENYERAH

Masih mengambil topik dari dunia sepakbola, kali ini saya akan membahas laga derby super seru di Liga Jerman yang mempertemukan Borussia Dortmund selaku tuan rumah dengan Schalke 04. Ada yang menyebutnya “the mother of all derbies”. Ya, pertandingan derby memang selalu menyuguhkan berbagai drama baik di dalam maupun di luar lapangan. Bagi yang belum mengetahui apa yang dinamakan dengan laga derby, yaitu laga sepakbola yang mempertemukan dua kesebelasan yang berasal dari satu daerah/kota. Sebagai contoh di liga Inggris ada derby antara Manchester United dan Manchester City Karena keduanya berasal dari kota Manchester. Kemudian laga antara  Arsenal kontra Tottenham Hotspur yang sama-sama berasal dari kota London. Beralih ke Liga Italia mempertemukan kesebelasan Inter Milan dan AC Milan yang berasal dari kota mode, Milan. Liga Spanyolpun juga banyak mempertemukan laga derby misalnya Atletico Madrid melawan Real Madrid.

Lalu, apa yang menarik dari derbi antara Dortmud dengan Schalke? Sebagai informasi, pertandingan berakhir dengan skor 4-4. Hujan gol terjadi dalam pertandingan tersebut. Yang menarik adalah pada mulanya Dortmund sempat unggul dengan skor mencolok yaitu 4-0 di paruh pertandingan. Bahkan, salah satu gol keunggulan Dortmund di babak pertama terjadi akibat gol bunuh diri pemain Schalke. Namun ternyata di babak kedua, Schalke mampu membalikkan kedudukan menjadi 4-4 dan gol terakhirpun dilesakkan di akhir-akhir pertandingan (menit 90, injury time). What a game? Hillarious.

Lagi-lagi, ada pelajaran yang dapat kita peroleh dari pertandingan tersebut. Schlake menolak menyerah. Kesebelasan yang sudah tertinggal dengan skor mencolok apalagi salah satunya diakibatkan gol bunuh diri pemainnya biasanya psikologis akan langsung down. Antar pemain akan salih menyalahkan dan bahkan dapat berujung adu fisik. Amat jarang kesebelasan yang sudah tertinggal akan mampu mengejar ketertinggalan bahkan membalikkan keadaan.

Saya melihatnya ada beberapa aspek yang dapat kita ambil hikmahnya. Yang pertama adalah keberadaan pelatih. Tidak semua pelatih mampu mengangkat moral pemainnya. Saya melihat, juru taktik Schale 04, Domenico Tedesco termasuk diantaranya.mengingatkan saya akan sebuah film berjudul Facing The Giants yang bertemakan olahraga (American football), mengangkat peran seorang pelatih hebat bernama Grant taylor. Bagaimana dia bisa memberikan motivasi kuat kepada para pemainnya. Ya, saya yakin di jeda babak pertama Tedesco mampu menyihir para pemainnya untuk terus berjuang sampai pertandingan berakhir. Peran vital pelatih dapat kita lihat disini. Pelajarannya adalah, bahwa dalam melakukan apapun (dalam hal ini menulis), kita tetap memerlukan peran orang yang sudah berpengalaman di bidangnya . Baik itu disebut senior, mentor, guru, atau apapun itu. Penting dan vital bagi kita. Oleh Karena itu tepat kiranya bagi saya mengikuti challenge dari Inspirator Academy melalui ajang 30WDC Karena ada peran mentor didalamnya.

Kemudian yang kedua adalah adanya semangat pantang menyerah. Dengan motivasi dari pelatih, saya melihat semangat pantang menyerah juga dilakukan oleh segenap pemain Schalke. Mereka berusaha menunjukkan totalitas mereka sebagai pemain professional di kancah liga utama Jerman. Tanpa dedikasi dan integritas, saya pikir totalitas mereka tidak akan sehebat itu meskipun didukung oleh pelatih hebat sekalipun, tanpa menafikan peran pelatih. Banyak klub yang mendatangkan pelatih-pelatih hebat juga akhirnya tidak manjur ramuan mereka dalan meracik sebuah tim dikarenakan faktor pemain yang tidak berintegritas. Ada pemain yang merasa lebih hebat dan terkenal yang menyepelekan peran pelatih dan mengecilkan peran rekan-rekannya. Ada juga pemain yang tidak totalitas manakala dia kontraknya sudah hampir habis, permintaan kenaikan gajinya tidak disetujui ataupun dicadangkan oleh pelatih. Pelajaran yang bisa kita petik adalah, mari kita menata niat dan menunjukkan intergritas kita untuk menjadi peserta ajang 30WDC. Saya pikir saya bisa.

Yang ketiga adalah peran supporter. Bermain di kandang lawan, dukungan supporter tentunya tidak sepenuh daripada supporter taun rumah. Namun, supporter Schalke 04 tetap dengan semangat memberikan dukungan timnya. Pengorbanan mereka, yel-yel mereka dan kehadiran mereka merupakan hormon dopamine tersendiri bagi para pemain. Sangatlah layak apabila selama ini supporter sering disebut sebagai pemain ke 12. Pelajaran yang bisa diperoleh adalah dukungan dari berbagai pihak terutama dari sesama peserta 30WDC juga penting. Mari kita saling menyemangati. 😊

Yang terakhir adalah kepasrahan dan bahwa segala sesuatu itu mungkin di capai. Meski prestasi itu tidak mesti berbentuk kemenangan atau juara. Saya pikir pemain Schalke juga menunjukkan sikap kepasrahan. Terpenting mereka berusaha sampai detik terakhir. Barangkali ada yang pernah melihat film Real Steel yang ada di layar kaca. Film ini kalo tidak salah pernah hits di tahun 2011. Yang kisah Charles dan Max yang diakhir cerita robot rakitan mereka “ATOM” harus kalah melawan jawara tak terkalahkan ajang pertarungan robot “ZEUS”. Meskipun kalah mereka tetap menjadi juara di hati para penonton dengan istilah “Juara Rakyat”. Ada perjuangan, ada kerja keras, keyakinan dan yang terpenting terdapat kepasrahan di situ.

Akhirnya, mari kita berusaha sekuat tenaga dalam hal apapun yang kita lakukan  dengan totalitas yang diiringi kepasrahan (dalam hal ini, saya dalam ajang 30WDC). Inshaallah, saya dan kita bisa.

 

– Semarang, 29112017

#30WDC_Jilid10_Squad7_Day04

Advertisements

One thought on “MENOLAK MENYERAH

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: